You are currently viewing Sampah di Masa Pandemi, Bagaimana Potensi Pemanfataan?
Limbah plastik infus, perban, selang infus, kasa dan lainnya yang bercampur dengan sampah domestik di TPA Bakung, Sabtu, 6 Februari 2021. (Foto: Derri Nugraha/mongabay.co.id)

Sampah di Masa Pandemi, Bagaimana Potensi Pemanfataan?

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, mengatakan, KLHK sudah menindaklanjuti SKB tiga menteri dan kapolri melalui surat Menteri Perdagangan Nomor 482/2020 tentang pelaksanaan impor limbah non B3 sebagai bahan baku industri. KLHK, katanya, melakukan pemetaan terhadap sebaran sumber bahan baku untuk industri daur ulang plastik dan kertas dari bank sampah, tempat penampungan sampah sementara, sektor informal dan usaha daur ulang.

“Tercatat 241 industri daur ulang plastik dan 52 industri daur ulang kertas yang diharapkan dapat mempercepat ketersediaan bahan baku industri dalam negeri sebagai pengganti bahan baku impor limbah non B3,” kata Vivien.

KLHK, katanya, juga terus mendorong perusahaan penghasil sampah plastik agar bertanggungjawab atas sampahnya.

Berbagai potensi pemanfaatan

Novrizal Tahar, Direktur Pengelolaan Sampah KLHK mengatakan, terbuka potensi pemanfataan sampah jadi berbagai hal, seperti biomassa. “Ada potensi 20.000 ton per hari sampah kita jadi biomassa,” katanya.

Sampah, katanya, bisa menjadi substitusi atau co-firing batubara di industri semen atau PLTU. Indonesia, tahun lalu baru saja memiliki tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) refuse-derived fuel (RDF) di Cilacap, Jawa Tengah.

RDF merupakan teknologi pengolahan sampah melalui proses homogenizers yang membuat sampah berukuran lebih kecil. Hasil dari teknologi RDF ini memungkinkan sampah sumber energi pengganti batubara.

Selain RDF, potensi pengelolaan sampah untuk jadi pupuk cair dan pakan ternak. Novrizal menyebut, teknologi pengembangan black soldier fly (BSF) atau lalat tentara hitam.

Dengan maggot BSF, sampah organik bisa diurai jadi kompos lalu maggot bisa menjadi pakan ternak. “Ini jadi solusi sampah kita yang mayoritas organik, jadi potensi besar dengan teknologi BSF ini kita dapat pupuk cair dan maggot,” kata Novrizal.

Leave a Reply