You are currently viewing Sampah di Masa Pandemi, Bagaimana Potensi Pemanfataan?
Limbah plastik infus, perban, selang infus, kasa dan lainnya yang bercampur dengan sampah domestik di TPA Bakung, Sabtu, 6 Februari 2021. (Foto: Derri Nugraha/mongabay.co.id)

Sampah di Masa Pandemi, Bagaimana Potensi Pemanfataan?

Melihat potensi pengelolaan sampah ini, pemerintah jadikan konsep sirkular ekonomi sebagai pendorong pengelolaan sampah di masa depan. Dengan begitu, sampah memberikan kontribusi bagi ekonomi mulai dari usaha pengumpulan dan pengangkutan, industri dan mesin pengolah sampah. Kemudian, industri daur ulang, industri komposting dan biogas hingga industri sampah menjadi energi.

“Kita harus perkuat posisi sampah sebagai pendorong ekonomi Indonesia sekaligus sebagai perwujudan waste to resource sebagai bagian dari sirkular ekonomi,” kata Vivien.

Dia menyebut momen HPSN menjadi satu pendorong perubahan paradigma kumpul, angkut dan buang dari sampah. Sudah saatnya, sampah jadi babak baru ekonomi Indonesia.

Untuk itu, sesuai Undang-undang Nomor 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah, semua pihak diminta terlibat. Pemerintah daerah, katanya, diminta berperan aktif, partisipasi publik didorong, serta pemaksimalan bank sampah.

“Terpenting komitmen pelaku green business dengan jadikan sampah sebagai bahan baku industri.”

Perusahaan juga mulai peka atas sampah yang mereka produksi. Satu contoh, PT Coca Cola Indonesia mulai mengganti kemasan botol salah satu minuman, Sprite, yang sebelumnya identik dengan warna hijau, jadi botol bening agar lebih mudah terdaur ulang.

“Ini dirancang untuk membantu meningkatkan laju daur ulang kemasan plastik di Indonesia,” kata Fitriana Adhisti, Senior Brand Manager PT Coca Cola Indonesia.

Dengan mengganti kemasan botol hijau dengan botol jernih, jadi langkah konkret perusahaan untuk mencapai visi global World Without Waste, sebuah komitmen mengumpulkan atau mendaur ulang setiap kemasan botol produk yang dijual akhir dekade ini.

“Di Indonesia ini dilakukan dengan peningkatan laju pengumpulan dan daur ulang sampah serta penguatan industri daur ulang dan infrastruktur pengumpulan yang ada selama ini,” kata Triyono Prijosusilo, Direktur Hubungan Masyarakat, Komunikasi dan Keberlanjutan PT Coca Cola Indonesia.

Leave a Reply