Sanksi Jika Polis Asuransi Tak Kunjung Diberikan

Sanksi Jika Polis Asuransi Tak Kunjung Diberikan
Ilustrasi.

syarat dan tata cara pengajuan klaim, termasuk bukti pendukung yang relevan dan diperlukan dalam pengajuan klaim;

tata cara penyelesaian dan pembayaran klaim;

klausula penyelesaian perselisihan yang antara lain memuat mekanisme penyelesaian di dalam pengadilan maupun di luar pengadilan dan pemilihan tempat kedudukan penyelesaian perselisihan; dan

bahasa yang dijadikan acuan dalam hal terjadi sengketa atau beda pendapat, untuk polis asuransi yang dicetak dalam 2 bahasa atau lebih.

Polis asuransi juga harus ditulis dengan jelas sehingga dapat dibaca dengan mudah dan dimengerti oleh pemegang polis, tertanggung, atau peserta,[3] dan tidak boleh mengandung kata, frasa, atau kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran yang berbeda mengenai risiko yang ditutup, kewajiban perusahaan asuransi, dan kewajiban pemegang polis, tertanggung, atau peserta,[4] dan/atau kata, frasa, atau kalimat yang dapat mempersulit pemegang polis, tertanggung, atau peserta mengurus haknya.[5]

Selain itu, setiap polis asuransi yang diterbitkan dan dipasarkan di wilayah hukum Indonesia harus dibuat dalam bahasa Indonesia.[6] Namun bila diperlukan, polis asuransi dapat diterbitkan dalam bahasa asing atau bahasa daerah berdampingan dengan bahasa Indonesia.[7]

Penerbitan polis asuransi dapat dilakukan dalam bentuk hardcopy maupun digital/elektronik.[8] Jika diterbitkan dalam bentuk digital/elektronik, perusahaan asuransi harus memperoleh persetujuan pemegang polis, tertanggung, atau peserta.[9]