SBSI dan KSPI Sulut Dukung Penerapan Pergub New Normal
Ilustrasi.

SBSI dan KSPI Sulut Dukung Penerapan Pergub New Normal

MANADO, publikreport.com – Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendukung penegakan penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi Sulut Nomor: 44 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman (AKB M2PA) Covid-19.

BACA JUGA: Tanda Alam yang Dipercayai Akan Berakhirnya Covid-19

Ketua SBSI Provinsi Sulut, Lucky Sanger yang memiliki 10.000 anggota menyatakan, penerapan Pergub AKB M2PA Covid-19 harus didukung seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sulut untuk menolong para pekerja yang telah dirumahkan dan di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja).

Yang paling penting bagi mereka para buruh adalah masalah ‘kampung tengah’ karena kalau mereka juga tidak makan, maka mereka juga bisa mati. Bukan dengan Covid-19, tapi mati dengan kelaparan. Jadi harus dipikirkan bersama karenanya sinergitas antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk melihat permasalahan lebih serius lagi,” kata Lucky di Manado, Rabu 01 Juli 2020.

BACA JUGA: Eksistensi Budaya Mapalus Ditengah Amukan Covid-19

Sementara, Ketua KSPI Provinsi Sulut Hardy Semboeng juga mengaku mendukung penerapan Pergub AKB M2PA Covid-19 yang mengatur kebiasaan baru pada fase new normal. Pemerintah dimintanya memberikan sanksi tegas kepada masyarakat yang melanggar Pergub AKB M2PA Covid-19.

BACA JUGA: Pembukaan Rumah Ibadah, Harus …
BACA JUGA: Mall di Manado Segera Dibuka

Kasihan orang yang begitu disiplin menerapkan protokol kesehatan, sementara orang lain seenaknya suka atau tidak suka pakai masker dapat dengan bebas dilakukan tanpa ada sanksi bagi yang tidak menjalankan protokol kesehatan. Saya harap ini harus ada payung hukumnya,” ujarnya.

Disamping itu, Hardy juga menyoroti kurangnya sarana cuci tangan yang ada di tempat umum, mall (pusat perbelanjaan) dan lokasi lainnya.

BACA JUGA: Covid-19, Masyarakat Takut ke Rumah Sakit

Masih harus perlu ditambah agar masyarakat lebih mudah mencuci tangan. Protokol kesehatannya harus lebih diperjelas. Jangan cuma imbauan-imbauan cuci tangan sedangkan aer (air) di Manado tiga hari, satu kali aer bajalang (mengalir),” tegasnya. VERONICA DSK