Sejarah Lahirnya Google
Sergey Brin dan Larry Page. Foto: Pool (Business Insider/detikcom)

Sejarah Lahirnya Google

Page pun merasa sulit harus melepas posisi CEO karena ia merasa mampu memimpin Google dengan bantuan Brin. Tapi akhirnya Page sadar Google butuh CEO yang sudah berpengalaman dan berstatus kelas dunia, agar terus berkembang. Mereka pun mulai mencari kandidat. Akhirnya yang terpilih adalah Eric Schmidt, mantan CEO Novell.

Schmidt menjadi chairman Google di Maret 2001 dan menjabat CEO bulan Agustus. Rupanya keputusan itu sangat tepat. Schmidt berhasil memimpin Google menjadi perusahaan yang jauh lebih besar dan akhirnya melantai di bursa saham pada Agustus 2004. Jadilah Page dan Brin miliarder. Sampai sekarang, mereka berdua masuk jajaran orang terkaya dunia.

Tahun 2011, Schmidt sudah merasa cukup memimpin Google. Larry Page dipandang pantas mengomandoi perusahaannya lagi dan ia pun menjadi CEO kembali. Sedangkan Schmidt menjadi chairman Google.

Kemudian pada tahun 2015, Page dan Brin memutuskan membentuk perusahaan induk Google yang dinamakan sebagai Alphabet. Page menjadi CEO, Brin didapuk jadi Presiden dan Schmidt menjadi Executive Chairman. Sedangkan Google dipimpin CEO keturunan India, Sundar Pichai.

Tahun 2019, Page dan Brin memutuskan lengser dari Alphabet dan mendapuk Pichai sebagai CEO baru. Kedua pendiri Google itu sekarang jarang sekali tampil di hadapan publik, mungkin ingin leha-leha menikmati kemakmurannya.

Susan Wojcicki, ‘Ibunya’ Google

Sebelum Susan Wojcicki menjadi CEO YouTube pada tahun 2014, tak banyak yang mengenal wanita kelahiran 05 Juli 1968 ini. Padahal, ia adalah seorang veteran di Google.

Wojcicki adalah karyawan Google ke-16, dan meski ia cukup populer di perusahaan raksasa mesin pencarian, ia tak banyak dikenal di komunitas teknologi. Padahal, Wojcicki adalah sosok yang melempar ide akuisisi YouTube oleh Google pada 2006.

Pada 1999 Wojcicki mulai bekerja di Google sebagai karyawan ke-16. Di Google, ia mengerjakan bermacam hal, dari mulai AdSense dan Google Analytics sampai Google Books dan Images.

Sebelumnya Wojcicki juga pernah di bagian marketing Intel, dan juga sebagai konsultan manajemen di Bain & Company.

Posisi Wojckicki sebagai salah satu karyawan pertama Google pun terbilang hal yang mewah. Pasalnya sangat sedikit orang yang bisa menjadi ‘orang dekat’ dari Larry Page, terutama wanita. Bisa dibilang Wojckicki adalah ‘ibunya’ Google.

Bagaimana tidak, kedekatan antara Wojcicki dan Page — dan juga Sergey Brin — dimulai saat kedua pendiri Google itu menyewa garasi milik Wojcicki untuk dijadikan kantor pertama Google. Lulusan Stanford itu mengembangkan proyeknya semasa kuliah di garasi tersebut, yang kemudian menjadi mesin pencari Google.

Leave a Reply