Selang 2019, Polres Sangihe Tangani 593 Kasus Kriminal

Selang 2019, Polres Sangihe Tangani 593 Kasus Kriminal

TAHUNA, publikreport.com – Selang tahun 2019, Kepolisian Resort (Polres) Kepulauan Sangihe telah menangani sekitar 593 kasus kriminal. Dari keseluruhan kasus tersebut yang terselesaikan sebanyak 482 perkara atau sekitar 80 persen. Kasus yang terselesaikan ini yakni telah mendapat putusan tetap dari pengadilan.

Demikian diungkapkan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Sangihe, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sudung Ferdinand Napitu pada konferensi pers akhir tahun, Selasa 31 Desember 2019 di ruang rapat Mapolres.

Kasus penganiayaan menempati ranking pertama disusul kasus perlindungan anak, pencurian, penghinaan, pengancaman, kekerasan dalam rumah tangga, perzinahan, pengrusakan dan penipuan,” jelasnya.

Selain itu, masih ada kasus yang dilaporkan masyarakat jumlahnya dibawah 20 perkara, seperti kasus perlindungan konsumen dan perkara bahan bakar minyak (BBM).

Kasus lainnya yang cukup menyolok ditangani Polres Sangihe, Sudung mengatakan, yakni dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat elektronik di salah satu desa yang sudah masuk tahap penyidikan dengan kerugian negara sekitar Rp211.436.305, kasus dugaan korupsi pembangunan SPAM (Sistem Pengadaan Air Minum) mata air di kampung Belengan Kecamatan Manganitu berbandrol Rp101.749.301.

BACA JUGA: Ini Kasus-kasus Kejahatan yang Ditangani Polda Sulut Selang 2019

Untuk perkara dugaan korupsi pembangunan SPAM ini sudah dihentikan dengan mengedepankan pengembalian anggarannya atas kerugian negara,” ungkapnya.

Khusus kasus korupsi, Sudung melanjutkan, Polres juga sedang dalam tahap koordinasi dengan pihak Inspektorat atas dugaan penyalahgunaan dana desa disejumlah kampung, diantaranya Kampung Ulung Peliang, Talolang, Menggawa II, Mahumu, Mahumu I serta kampung Timbelang.

Penanganan dugaan penyalahgunaan dana desa kami masih berkoordinasi dengan pihak Inspektorat, melakukan ricek kembali terhadap pengaduan masyarakat. Syukur-syukur jika laporan ini tidak terbukti, sebab jika terbukti proses hukumnya dipastikan berlanjut,” tegasnya. | VEBE

Tinggalkan Balasan