You are currently viewing Sensus Penduduk 2020 Berlangsung Online

Sensus Penduduk 2020 Berlangsung Online

JAKARTA, publikreport.com – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, ada dua inovasi yang akan dilaksanakan dalam sensus penduduk 2020, yaitu pemanfaatan data administrasi kependudukan sebagai data dasar pelaksanaan sensus dan sensus penduduk online. Artinya data-data ini nantinya akan dipakai oleh Mendagri (Menteri Dalam Negeri). Dirinya berharap masyarkat dapat ikut berpartisipasi dalam sensus penduduk dengan mudah.

“Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan, bentuk edukasi kepada masyarakat untuk mulai sadar betapa pentingnya data administrasi yang sejalan dengan program gerakan Indonesia sadar administrasi,” kata Jokowi saat memberikan arahan pada acara Pencanangan Pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, di Istana Negara, Jumat 24 Januari 2020.

Data hasil sensus penduduk di 2020 ini, menurut Jokowi, akan dimanfaatkan untuk penyempurnaan data administrasi kependudukan yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai wujud dari percepatan pengembangan statistik hayati, sebagaimana tertuang dalam Perpres (Peraturan Presiden) Nomor: 62 Tahun 2019.

Tahapan sensus

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto, mengungkapkan, sensus penduduk akan dilakukan bertahap, tahap satu yaitu pencacahan lengkap (sensus penduduk online pada 15 Februari-31 Maret 2020 dan sensus penduduk wawancara pada 01 Juli-31 Juli 2020). Tahap 2, yaitu pencacahan sample akan dilakukan pada 2021.

“Berdasarkan UU (Undang-Undang) Nomor: 16 tahun 1997 tentang statistik dan juga berdasarkan rekomendasi dari PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa), setiap negara harus menyelenggarakan sensus penduduk minimal sepuluh tahun sekali,” jelasnya.

Sensus penduduk pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1961, sehingga sensus penduduk pada tahun 2020 ini merupakan sensus penduduk yang ketujuh. Tahun 2020 ada 54 negara yang akan melakukan sensus penduduk secara bersama-sama. Tahun 2019 lalu, menurut Suhariyanto, telah dikeluarkan Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia dan Perpres Nomor 62 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan untuk Pengembangan Statistik Hayati/Stranas AKPSH. Stranas AKPSH ini bertujuan untuk melaksanakan percepatan pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, dan pengembangan statistik hayati yang terus-menerus, universal dan inklusif.

Tujuan lain, Suhariyanto melanjutkan, untuk mewujudkan kepemilikan dokumen kependudukan yang lengkap dan terkini bagi semua penduduk maupun Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Dua tujuan utama sensus penduduk tahun 2020, yang pertama, adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi dan karakteristik penduduk Indonesia menurut de facto dan de jure. Kedua, menyediakan parameter demografi serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk.

Sensus Penduduk 2020, Suhariyanto mengatakan, akan dilaksanakan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk perwakilan Republik Indonesia yang ada di luar negeri, seluruh WNI dan WNA (Warga Negara Asing) yang telah atau akan tinggal selama minimal 1 tahun di Indonesia akan didata.

Kementerian, lembaga dan Pemda diperintahkan sukseskan sensus penduduk 2020

Seluruh kementerian dan lembaga, termasuk di dalamnya pemerintah daerah (pemda) beserta seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan kegiatan sensus penduduk 2020 ini.

“Kunci utama kesuksesan sensus penduduk tahun ini, 2020, adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Hajatan besar ini harus didukung oleh semua pihak,” tegas Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi).

Untuk itu, Jokowi mengajak untuk berpartisipasi di dalam sensus penduduk 2020 ini, baik pada sensus penduduk online dari tanggal 15 Februari-31 Maret 2020, maupun sensus penduduk wawancara, 01- 31 Juli 2020.

Leave a Reply