Setelah 2.000 Tahun, Biji-biji Ini Tumbuh Saat Ditanam
Inilah 6 biji kurma kuno usia 2 ribu tahun sebelum ditanam. (foto: dok.guyeisner/scienceadvances)

Setelah 2.000 Tahun, Biji-biji Ini Tumbuh Saat Ditanam

Pusat Penelitian Pengobatan Alami Louis L Borick yang berada di Yerusalem, berhasil menanam enam pohon kurma dari biji berusia sekitar 2 ribu tahun di gurun Yudea, dekat Yerusalem, Israel. Benih ini berasal dari zaman yang sama dengan peristiwa kuno ini, saat tentara imperium Roma mengepung Masada dan Naskah Laut Mati ditulis.

Dilansir dari New Scientist, benih tua tersebut ditemukan Sarah Sallon, peneliti dari Hadassah Medical Center, benteng kuno Masada, di Taman Nasional Masada di sebelah Laut Mati, wilayah Israel bagian selatan.

Untuk memverifikasi benih itu kuno, bukan spesimen lebih baru yang disimpan di tengah artefak arkeologis oleh hewan penggali, tim karbon memberi tanggal pada fragmen kulit biji yang menempel di akar, setelah benihnya tumbuh. Biji ini berumur antara 2.200 dan 1.800 tahun.

Beberapa spesimen benih ditemukan dalam keadaan hampir hancur, berlubang karena serangga, dan sebagian lagi dalam keadaan utuh. Sebanyak 34 spesimen yang paling baik, direndam di air yang telah dicampur hormon yang mendorong perkecambahan dan akar, juga pupuk cair.

Spesimen ini kemudian ditanam di tanah pot steril. Enam biji berkecambah dan tumbuh menjadi bibit yang pada akhirnya menjadi pohon kurma. Sebagian hanya perlu beberapa minggu untuk tumbuh, sementara sebagian lagi perlu setengah tahun.

Benih yang tumbuh lebih panjang beberapa sentimeter dan 30 persen lebih besar dari biji kurma moderen. Ini menunjukkan, kurma yang secara signifikan lebih besar dari varietas moderen.

Kurma-kurma ini juga memiliki rasa manis, dan menjadi obat. Kurma-kurma dari gurun Yudea dikenal dapat disimpan untuk waktu lama sehingga dapat diekspor ke seluruh Kekaisaran Romawi di masa lalu.

Sangat luar biasa mengetahui tim peneliti berhasil menumbuhkan benih setua itu,” kata Oscar Alejandro Pérez-Escobar, peneliti kurma dari Royal Botanic Gardens, Kew, Inggris.

Fakta bahwa tim telah melakukannya tidak hanya sekali tetapi tujuh kali, menunjukkan bahwa benih kuno dapat digunakan untuk membangkitkan gen yang hilang setelah ribuan tahun berkembang biak.

Tinggalkan Balasan