Siklon Tropis Masih Mengancam Wilayah-wilayah di Indonesia
Siklon tropis masih mengancam wilayah-wilayah di Indonesia. (Foto: BNPB/mongabay.co.id)

Siklon Tropis Masih Mengancam Wilayah-wilayah di Indonesia

Penamaan siklon tropis Surigae dilakukan oleh Japan Meteorogical Agency (JMA), termasuk analisis dan pergerakannya. Siklon ini bergerak ke arah barat laut mendekati Filipina. Peningkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah utara Sulawesi dan sekitar berkisar 08-20 knot.

Potensi terjadi angin kencang, hujan lebat, dan dampak lanjutan seperti banjir, banjir bandang dan tanah longsor.

Berdasarkan citra satelit Himawari-8, bibit siklon tropis 94W memiliki kecepatan angin maksimum mencapai 56km/jam atau 30 knot dengan tekanan di pusatnya mencapai 1006 mb.

BMKG menghimbau, masyarakat tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lain-lain). Warga juga mesti mengantisipasi bencana susulan yang bisa terjadi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan.

“Kami mohon tidak menganggap sepele ada bibit siklon ini,” katanya.

Ada 30 wilayah yang mendapatkan pesan peringatan dini dari BMKG dan BNPB, yakni Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, dan Lampung. Juga, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Peringatan diberikan buat Jawa Timur (Jatim), Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Utara (Kaltara), Kalimantan Selatan (Kalsel), Sulawesi Utara (Sulut), Gorontalo, Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Selatan (Sulsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), Maluku Utara (Malut), Papua Barat, dan Papua.

Ada pula wilayah dengan level waspada untuk potensi banjir bandang pada dua hari ke depan, yakni Sulawesi Utara dan Maluku Utara.

Gelombang tinggi sekitar 1,25-2,5 meter berpeluang terjadi di laut Sulawesi bagian tengah dan timur, perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, laut Maluku, perairan utara dan timur Halmahera, laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Sementara, gelombang tinggi 2,5-4,0 meter berpotensi terjadi di perairan Raja Ampat-Sorong, perairan Manokwari, perairan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura-Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua Barat. Adapun gelombang setinggi 4,0-6,0 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Khusus bagi pengguna transportasi laut dan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan aktivitas pelayaran karena ancaman gelombang tinggi akibat siklon mencapai 04-06 meter.

Tinggalkan Balasan