You are currently viewing Sindikat Pencuri Spesialis Brankas Dibekuk Polresta Manado
Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Thommy Aruan pada konferensi pers, Kamis 05 Maret 2020. Konferensi pers tentang dibongkarnya sindikat spesialis pencurian brankas oleh Polresta Manado.

Sindikat Pencuri Spesialis Brankas Dibekuk Polresta Manado

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Personil Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado berhasil membongkar sindikat pencurian spesialis brankas dibeberapa kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Enam tersangka, masing-masing berinisial RL (28), VW (28), RM (30), GK (23), A dan BM berhasil dibekuk dibeberapa tempat berbeda.

Empat tersangka diamankan di daerah Malalayang, Manado pada Selasa 03 Maret 2020. Satu orang ditangkap di Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) saat dalam perjalanan menuju Manado dan satu orang diproses di Polres Bitung,” jelas Kepala Kepolisian Resort Kota (Kapolresta) Manado, Komisaris Besar (Kombes) Benny Bawensel pada konferensi pers, Kamis 05 Maret 2020.

Keenam orang tersebut, menurut Benny, berasal dari Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel) dan Manado.

Sindikat tersebut terbagi dalam dua kelompok dan aksi mereka dibagi dalam dua lokasi,” ungkapnya.

Beberapa lokasi yang dijadikan sasaran, Benny mengatakan, seperti di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), dua lokasi di Kabupaten Minsel, satu lokasi di Kota Bitung, dan empat lokasi di Manado.

Mereka sering beraksi pada dini hari dengan masuk ke toko atau swalayan lalu menggasak brankas serta barang lain termasuk rokok,” beber Benny yang didampingi Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Ajun Komisaris Polisi (AKP) Thommy Aruan.

Berdasarkan pengakuan tersangka, Benny membeberkan, barang yang berhasil digondol yakni satu buah brankas berisi uang Rp50 juta dan rokok di salah satu minimarket di wilayah Mapanget, satu brangkas berisi uang Rp27 juta di salah satu apotek. Para tersangka juga menggondol uang Rp34 juta dan sejumkah rokok di salah satu minimarket di daerah Paniki Manado, uang tunai Rp60 juta di salah satu dealer di Amurang, juga uang Rp10 juta di Jalan Sea.

Barang bukti yang berhasil kita amankan berupa satu unit kendaraan roda empat sewaan yang dijadikan kendaraan operasional, dua motor Kawasaki Ninja RR yang dibeli dari hasil kejahatan, satu unit motor Honda Vario, satu buah brankas besi dalam kondisi rusak, lima buah handphone, 20 slop rokok sisa, sebagian sudah dijual dan dipakai, satu buah kunci L dan barang bukti lainnya,” bebernya.

Para tersangka, Benny menambahkan, akan dijerat dengan Pasal 363 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana), dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply