Kolaborasi Tim Opsnal Unit V Ranmor, Tim Paniki Rimbas 2 Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dan Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Malalayang, berhasil menangkap empat orang penggadai emas palsu di sejumlah rumah pegadaian di Kota Manado. Keempat orang tersebut, masing-masing berinisial MAS (39) dan RST (42), warga Wanea, Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta JA (38) dan RD (54), warga Gorontalo.
Kolaborasi Tim Opsnal Unit V Ranmor, Tim Paniki Rimbas 2 Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dan Unit Reskrim Kepolisian Sektor (Polsek) Malalayang, berhasil menangkap empat orang penggadai emas palsu di sejumlah rumah pegadaian di Kota Manado. Keempat orang tersebut, masing-masing berinisial MAS (39) dan RST (42), warga Wanea, Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta JA (38) dan RD (54), warga Gorontalo.

Sindikat Penggadai Emas Palsu Dibongkar

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Empat orang, masing-masing berinisial MAS (39) dan RST (42), warga Wanea, Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) serta JA (38) dan RD (54), warga Gorontalo ditangkap Tim Gabungan yang terdiri Opsnal Unit V Ranmor, Tim Paniki Rimbas 2 Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado dan Unit Reskrim Keoplisian Sektor (Polsek) Malalayang, Jumat 15 November 2019. Keempat orang tersebut dilaporkan diduga melakukan tindak pidana penipuan menggadaikan perhiasan emas palsu.

Dari keempat tersangka, berhasil disita sejumlah barang bukti, antara lain uang tunai Rp25 juta, Kartu ATM (Automatic Teller Machine) dan sejumlah perhiasan emas palsu berbentuk gelang. Kasus tersebut terbongkar setelah tim gabungan menindaklanjuti tiga laporan yang masuk di Polresta Manado, November ini. Mereka sudah beraksi sejak Oktober 2019,” kata Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polresta Manado, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Thommy Arruan.

Mereka disinyalir telah beraksi di sejumlah rumah pegadaian di Kota Manado, seperti Pegadaian Pinasungkulan, Karombasan dengan pencairan sebesar Rp7 juta, Pegadaian Singkil sebesar Rp9,9 juta, dan Pegadaian Paal II sebesar Rp18,9 juta.

Dari pengakuan para tersangka, seluruh uang hasil menggadaikan perhiasan palsu disetorkan kepada seseorang berinisial JA. Dari setiap transaksi MAS dan RST mendapat upaya sebesar Rp500 ribu,” terang Thommy.

Keempat tersangka ini saat melakukan aksi, Thommy menjelaskan, memiliki peran yang berbeda-beda. MAS dan RST sebagai penggadai, RD sebagai penyedia atau yang membeli perhiasan emas palsu di Jakarta dan JA penyandang dana.

Perhiasan emas palsu dibeli mereka langsung dari berbagai lokasi di Jakarta,” jelasnya.

Terbongkarnya sindikat ini, menurut Thommy, berawal dari tertangkapnya MAS dan RST oleh Tim Lipan, setelah menerima aduan dari pihak Pegadaian Malalayang.

Keduanya belum sempat bertransaksi, karena pihak Pegadaian tahu bahwa perhiasan tersebut palsu,” ujarnya.

Setelah menangkap MAS dan RST, Tim Lipan segera berkoordinasi dengan Tim Opsnal Unit V Ranmor dan Tim Paniki Rimbas 2 Satuan Reskrim Polresta Manado, untuk memburu tersangka lainnya. Tersangka JA dan RD kemudian juga berhasil diringkus.

Para tersangka beserta barang bukti telah diamankan. Kasus ini dalam penanganan dan pengembangan lebih lanjut,” tambahnya. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply