You are currently viewing Soal Dana Desa, Tersangka Dedy: No Coment
Kejaksaan Negeri Kotamobagu, Selasa 19 Desember 2017 menahan DM alias Dedy tersangka kasus dugaan korupsi dana desa 2015. Dedy ditahan di Rutan Kotamobagu.

Soal Dana Desa, Tersangka Dedy: No Coment

HUKUM

KOTAMOBAGU, publikreport.comSetelah ditetapkan sebagai tersangka, Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Desa Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolmong Timur (Boltim), Dedy Mokoginta tidak mau berkomentar lebih setelah diwawancarai wartawan.

Apakah Anda menyesal setelah menyelewengkan dana desa? tanya sejumlah wartawan.

“No coment,” kata Dedy saat akan naik ke mobil menuju Rumah Tahanan (Rutan) Selasa 19 Desember 2017.

Sebelum ditahan, Dedy yang merupakan PNS (Pegawai Negeri Sipil) Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) itu masih diperiksa di ruangan Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) kemudian dilanjutkan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Saat keluar ruangan, Dedy sudah mengenakan rompi warna merah muda yang bertuliskan tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu.

Kasi Pidsus Kejari, Dawan Manggalupang mengatakan, tersangka dititip di Rutan Kotamobagu.

“Penahanan pertama selama 20 hari,” kata Dawan.

BACA JUGA: Sri Mulyani: Dana Desa Naik, Kemiskinan Belum Turun

BACA JUGA: Kejaksaan Tahan Tersangka Korupsi Dana Desa

BACA JUGA: Proyek Desa Dilarang Gunakan Kontraktor

Menurutnya, penahanan selama 20 hari pertama sambil melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Dawan menjelaskan, pada pekan lalu, Dedy masih berstatus saksi. Kemudan pada pemeriksaan kedua, langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Penyelewengan dana desa Modayag, sejumlah aparat dipanggil untuk dimintai klarifikasi. Mereka antaranya Kepala Inspektorat Boltim, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Sekdes Modayag, Bendahara Gaji, serta sejumlah aparta lainnya.

Dana desa senilai Rp160 juta tahap dua yang rencananya untuk pembangunan sarana sanitasi di desa tersebut diduga tidak digunakan sesuai peruntukan, malah disinyalir hanya digunakan untuk kepentingan pribadi.

Tersangka dikenakan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi pasal 2, pasal 3 dan  pasal 9 dengan ancaman 20 tahun penjara. | TOTABUAN.co

Leave a Reply