Soal Jalan Sampiri-Kaleosan, Pejabat Saling Tuding
Kondisi jalan penghubung Desa Sampiri, Kecamatan Airmadidi dan Desa Kaleosan, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Soal Jalan Sampiri-Kaleosan, Pejabat Saling Tuding

AIRMADIDI, publikreport.com – Dua pejabat di Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) saling tuding dan terkesan ‘cuci tangan’, soal Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp11 miliar yang diperuntukkan pembangunan/rehabilitasi jalan penghubung Desa Sampiri, Kecamatan Airmadidi dan Kaleosan, Kecamatan Kalawat. Jalan tersebut batal dibangun karena dana itu telah ditarik pemerintah pusat dari kas daerah Pemerintah Kabupaten Minut.

Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Setdakab Minut, Alan Mingkid saat dikonfirmasi wartawan usai  Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Minut, Rabu, 05 September 2018, menyatakan itu kesalahan dari Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Minut.

“Silahkan tanya ke Kepala Bapelitbang. Sebab teknisnya ada disitu,” kata Alan seraya berlalu besama Asisten III Bidang Kesejahteraan Rakyat Setdakab Minut, Jane Simons.

Kepala Bapelitbang Minut, Arnolus Wolajan saat dikonfirmasi mengaku kaget dan tidak tahu.

“Kenapa tanya ke saya teknisnya. Kami hanya melakukan perencanaan seperti yang baru saja dilakukan. Kalau dikatakan gagal lelang, itu kewenangan ada di keasistenan dua. Itu bidang kerjanya,” ucapnya.

BACA JUGA: Jalan Penghubung Desa Sampiri dan Kaleosan Batal Dibangun

BACA JUGA: Jalan ke Desa Sampiri Memprihatinkan