You are currently viewing Stop Jual Beli Jabatan
Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Yanuar Nugroho, usai konferensi pers di Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Kamis, 25 Oktober 2018.

Stop Jual Beli Jabatan

JAKARTA, publikreport.com – Bupati Cirebon, Rabu, 24 Oktober 2018, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena terkait dugaan jual beli jabatan. Kasus ini diyakini hanyalah salah satu dari sejumlah kasus yang terjadi. Menurut Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN), saat ini jabatan setingkat eselon I di daerah bisa diperjualbelikan seharga Rp500 juta-Rp1 miliar.

Terjadinya kasus jual beli jabatan disinyalir karena adanya proses mutasi, promosi, dan demosi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang belum sepenuhnya menerapkan sistem berbasis merit. Hal ini sangat rawan konflik kepentingan dan jual beli jabatan.

Mencegahnya, menurut, Deputi II Kantor Staf Presiden (KSP), Yanuar Nugroho, usai konferensi pers di Kementerian Sekretariat Negara (Setneg), Kamis, 25 Oktober 2018, pemerintah segera terapkan sistem merit berbasis IT (informasi teknologi).

BACA JUGA: Pengisian Jabatan Jangan Transaksional

Sistem merit dalam jabatan nantinya akan membantu pemerintah dalam proses mempromosikan dan mempekerjakan Aparatur Sipil Negara berdasarkan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan, bukan pada koneksi politik mereka.

BACA JUGA: Mengapa Pejabat/Kepala Daerah Tidak Belajar Jera Atas Pemidanaan KPK?

“Presiden telah menegaskan bahwa seleksi dan promosi ASN harus berbasis sistem merit dan tidak boleh ada lagi kasus jual beli jabatan,”  kata Yanuar yang juga anggota koordinator Tim Nasional Pencegahan Korupsi.

BACA JUGA: KPK Terus Koordinasi Meminimalisir Korupsi Kepala Daerah

Pemerintah, Yanuar melanjutkan, akan melakukan penguatan penerapan sistem merit dan pengawasan tata kelola sistem merit berbasis teknologi informasi. Langkah ini diambil untuk mengurangi konflik kepentingan di dalam penentuan seleksi jabatan pimpinan tinggi di pusat dan daerah.

BACA JUGA: Presiden Perintahkan Tunjangan Profesi Guru Dibayar Tepat Waktu

Harapannya, penerapan sistem merit atau seleksi jabatan dengan teknologi informasi akan mengurangi celah jual beli jabatan dan memastikan terpilihnya pejabat pimpinan tinggi yang berkualitas dan berintegritas. | DORANG

Leave a Reply