Tak Salurkan THR, Perusahaan Bakal Diberikan Sanksi
Ilustrasi.

Tak Salurkan THR, Perusahaan Bakal Diberikan Sanksi

AIRMADIDI, publikreport.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Dinaker) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Robby Parengkuan menegaskan, pihaknya siap memberikan sanksi terhadap perusahaan yang tidak menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada pekerjanya jelang Idul Fitri 2019. Pemberian THR oleh perusahaan kepada karyawannya sebagaimana Surat Edaran (SE) Menteri Tenaga Kerja (Menaker).

“THR wajib dibayar tujuh hari sebelum hari raya. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 07 Tahun 2017 tentang Pemberian THR Hari Raya Keagamaan,” kata Robby kepada wartawan, Selasa 28 Mei 2019.

Sesuai surat Menaker itu, Robby mengungkapkan, hukuman paling berat terhadap pelaku usaha yang tak membayarkan THR ke karyawannya yaitu diberikan pembatasan kegiatan usaha. Adapun pemberian THR yakni bagi karyawan yang sudah bekerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, berhak mendapatkan THR sebesar 1 bulan upah. Sedangkan pekerja yang sudah bekerja 1 bulan dan bekerja terus-menerus juga berhak mendapatkan THR Keagamaan. Namun untuk pekerja yang bekerja kurang dari satu tahun besaran THR adalah disesuaikan masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Dalam edaran, Robby melanjutkan, juga dijelaskan terkait pekerja harian lepas. bagi pekerja harian lepas yang mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, besaran THR-nya berdasarkan upah 1 bulan yang dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

Leave a Reply