Tak Terima BST, Sejumlah Warga Minahasa Protes
Ilustrasi.

Tak Terima BST, Sejumlah Warga Minahasa Protes

MINAHASA, publikreport.com – Sejumlah warga di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan sosial (bansos) seperti BST (Bantuan Sosial Tunai) dan BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa). Warga yang mengeluh ini mengaku datang dari keluarga yang kurang mampu, sehingga menganggap layak untuk mendapatkan bantuan sosial terkait Covid-19 (Coronavirus Disease 2019).

“Sekitar sepuluh keluarga di desa ini sama sekali tidak menerima BST dan BLT DD. Mereka orang susah dan tidak tercatat sebagai penerima PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai),” ungkap Johny Mandag, warga Desa Kalasey 1, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa.

Hal sama dikatakan, Rommy Wurara, salah satu pegiat LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Gerakan Masyarakat Peduli Korupsi (GMPK).

“Di kampung saya, Desa Kaima, Kecamatan Remboken, ada delapan keluarga yang mengeluh karena sama sekali tidak terima bansos tunai. Padahal mereka keluarga sederhana dan bukan penerima BPNT atau PKH,” kata Rommy, Kamis 28 Mei 2020.

BACA JUGA: Covid-19, Ini Arahan Presiden Soal Bansos Bagi Masyarakat

BACA JUGA: Rp521 Miliar, Anggaran Penanganan Covid-19 di Sulut

Pemerintah, menurut Rommy, harus secepatnya memverifikasi nama-nama penerima yang layak.

Pegiat LSM lainnya, Johnly Muaya mengungkapkan beberapa temuan yang harus menjadi perhatian pihak terkait. Temuan itu seperti, disinyalir ada perangkat desa yang menerima BST, sudah berdomisili di daerah lain tapi masih terima dan diduga PNS (Pegawai Negeri Sipil) terdaftar sebagai penerima bansos.

“Bupati dan wakil bupati harus menggodok lagi para kumtua (hukum tua) dan lurah agr lebih adil dan pintar,” sarannya.

Leave a Reply