Ilustrasi tanah.
Ilustrasi tanah.

Tanah Eks Onderneming di Ranotongkor ‘Diperdagangkan’?

TOMBARIRI, publikreport.com – Warga Desa Ranotongkor, Kecamatan Tombariri Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menduga tanah eks onderneming yang luasnya puluhan bahkan mungkin ratusan hektar sudah ‘diperdagangkan’ oknum tertentu. Bahkan ada pejabat yang mendapatkan ‘hadiah’ tanah dari hukum tua (kumtua) setempat. Tanah eks onderneming yang sebelumnya dikelola pihak ketiga dengan izin Hak Guna Usaha (HGU), kini telah berdiri Desa Ranotongkor Timur.

SS, salah satu warga Desa Ranotongkor kepada publikreport.com mengungkapkan, pemerintah memberikan kintal-kintal di tanah eks onderneming kepada keluarga-keluarga baru yang belum punya rumah. Padahal itu adalah tanah negara yang dipinjam pakai. Selain itu, dirinya menduga ada yang sudah memperjual belikan tanah negara itu.

Oknum warga Desa Ranotongkor raya maupun orang dari luar desa sini diduga telah memperdangkan tanah eks onderneming itu,” beber SS seraya meminta namanya jangan ditulis lengkap.

Tudingan mencurigai tanah eks onderneming di Desa Ranotongkor sudah diperjual belikan, juga diungkapkan Dek Kojongian, warga Jaga 3, Desa Ranotongkor.

BACA JUGA: Cerita Derita Kumtua Korban Solar Cell

BACA JUGA: Bertahun-tahun Warga Minahasa Tak Kunjung Terima Sertifikat Tanah

Banyak orang yang ambil, membeli tanah disini. Malah ada orang-orang penting, seperti mantan camat yang dapat jatah disini,” ungkap Dek yang juga merupakan pegiat Organisasi Non Pemerintah (Ornop), kepada publikreport.com, Jumat 22 Maret 2019.

Hal senada juga dikemukakan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LAK-P2N Kabupaten Minahasa, Berty Supit. Dirinya menyayangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa seakan tidak peduli, padahal dugaan jual beli tanah eks onderneming ini sudah lama dipergunjingkan warga.

Harusnya kumtua desa setempat diminta pertanggungjawaban. Tak mungkin kalau jual beli tanah di eks onderneming itu tidak diketahui pemerintah,” ujarnya.

Leave a Reply