PUBLIKREPORT.com

Temuan BPK Rp22 Miliar, Pemkab dan Polres Tandatangani MoU

Kepala Inspektorat Kabupaten Bolaang Mongondow, Rio Lombone bicara tentang temuan BPK sejak 2005 yang hingga kini belum tuntas. Kamis 25 Januari 2018, Pemerintah Kabupaten Bolmong dan Polres melakukan penandatanganan MoU terkait penyelesaian TGR tersebut. (Foto: totabuan.co)

LOLAK, publikreport.com – Inspektur Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Rio Lombone mengatakan, pihaknya tidak main-main dengan penyelesaian TGR (Tuntutan Ganti Rugi), terkait temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) RI Perwakilan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Bolmong. TGR ini melibatkan sejumlah pejabat yang belum mengembalikan.

“Terkait penyelesaian TGR, kita sudah lakukan MoU (Memorandum of Understanding) dengan pihak Polres, pada Kamis 25 Januari 2018. TGR ini jika ditotalkan mencapai Rp22 miliar,” ungkapnya.

Kerjasama dengan kepolisian, menurut Rio, bukan hanya pada soal TGR, tetapi juga menyangkut Pungli (pungutan liar).

“Kerja sama dengan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bolmong untuk memberantas Pungli dan penyelesaian TGR,” ujarnya.

BACA JUGA: PNS Terbanyak. 568 Calon Berebut Jabatan Gubernur, Bupati dan Walikota

BPK, Rio mengatakan, memberikan waktu 60 hari untuk menyelesaikan TGR. Sehingga pihaknya tidak segan-segan membawa penyelesaian TGR ke ranah hukum.

“Jika lewat waktu yang diberikan, langsung kita serahkan ke Aparat Penegak Hukum (APH). Hal ini dilakukan, agar tidak ada lagi permasalahan terkait penyelesaian kerugian negara, yang dapat mempengaruhi hasil akhir oleh tindak lanjut pemeriksaan BPK ke depa. Apalagi berdasarkan catatan Inspektorat, masih ada temuan yang sudah lama, namun belum juga diselesaikan,” tuturnya.

Total TGR Rp22 miliar ini, Rio melanjutkan, merupakan temuan sejak tahun 2005 lalu. Namun, belum ada yang tuntas.

BACA JUGA: Istri Auditor BPK Jelaskan Mobil-mobil Mewah di Rumahnya

Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmong, Tahlis Galang mengatakan, MoU dengan pihak kepolisian guna menindaklanjuti kerugian negara yang ditimbulkan.

“Kami tak mau daerah ini terbawa-bawa dengan persoalan ini. Jika tak menyelesaikan TGR, langsung diserahkan ke ranah hukum,” tegasnya.

 

TOTABUAN.co

Read Previous

Ahli Waris ‘Tutup’ Pasar Serasi

Read Next

Pesona Linow, Danau Indah di Lahendong

Leave a Reply