AK (22), warga Lingkungan I, Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diringks Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, di salah satu hotel dibilangan Ranotana, Wanea, Sabtu 31 Agustus 2019, dinihari. AK merupakan terduga pelaku pembunuhan terhadap Rendy Piter (20), warga Ranomea, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulut, pada Jumat 30 Agustus 2019, malam di depan Hotel Chicago, Kawasan Megamas, Manado.
AK (22), warga Lingkungan I, Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diringks Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, di salah satu hotel dibilangan Ranotana, Wanea, Sabtu 31 Agustus 2019, dinihari. AK merupakan terduga pelaku pembunuhan terhadap Rendy Piter (20), warga Ranomea, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulut, pada Jumat 30 Agustus 2019, malam di depan Hotel Chicago, Kawasan Megamas, Manado.

Terduga Pelaku Pembunuhan di Megamas Ditangkap

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – AK (22), warga Lingkungan I, Kelurahan Teling, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diringks Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, di salah satu hotel dibilangan Ranotana, Wanea, Sabtu 31 Agustus 2019, dinihari. AK merupakan terduga pelaku pembunuhan terhadap Rendy Piter (20), warga Ranomea, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulut, pada Jumat 30 Agustus 2019, malam di depan Hotel Chicago, Kawasan Megamas, Manado.

Tersangka beserta barang bukti sebilah pisau badik, menurut Kepala Unit (Kanit) 1 Resmob Polda Sulut, Inspektur Satu (Iptu) Batara Indra Aditya, telah diserahkan kepada Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Manado.

Kasus ini dalam pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.

Tersangka, Batara menjelaskan, menikam leher korban dengan menggunakan pisau badik atau pisau besi putih hingga meninggal dunia.

Tersangka marah kepada korban, diduga karena korban mengganggu pacar tersangka. Padahal tersangka dan korban itu berteman. Alasan itulah, tersangka nekad menikam korban,” jelasnya.

Tersangka, Batara menambahkan, merupakan residivis kasus kekerasan secara bersama dengan menggunakan senjata tajam (sajam) dan belum bebas bersyarat. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply