You are currently viewing Terganggu Tumpahan Air Hujan dari Atap Tetangga
Ilustrasi.

Terganggu Tumpahan Air Hujan dari Atap Tetangga

Atap rumah tetangga di atas batas pekarangan sehingga hujan jatuhnya di pekarangan saya. Karena atas rumah tetangga di atas batas pekarangan, maka kalau hujan airnya tumpah ke dalam pekarangan saya. Apa yang harus saya kerjakan? Saya sudah beritahukan secara baik tetapi beliaunya tidak menanggapi. Hal ini sudah terjadi lima tahunan.

Jawaban:

Intisari

Jika langkah hukum sudah ingin ditempuh, Pasal 652 dan Pasal 653 KUH Perdata sudah mengatur bagaimana kewajiban seorang tetangga untuk mengalirkan aliran tumpahan air hujan. Bisa dilihat juga ada tidaknya peraturan daerah soal bagaimana penyaluran air hujan.

Penjelasan selengkapnya silakan baca ulasan di bawah ini.

Ulasan

Terima kasih atas pertanyaan yang Anda sampaikan.

Pada prinsipnya, kami mengapresiasi langkah awal yang sudah Anda lakukan, menyampaikan baik-baik keluhan kepada tetangga. Bagaimanapun, ketenteraman hidup dengan tetangga banyak manfaatnya bagi kita, tak hanya dalam hubungan sosial tetapi juga hubungan hukum. Saksi-saksi atas perjanjian atau saksi yang melihat suatu peristiwa di sekitar rumah kita umumnya adalah tetangga.

Keberatan Anda, kalau kami tidak salah simpul, adalah tentang tumpahnya air hujan dari atap rumah tetangga ke pekarangan rumah Anda. Di daerah dengan pemukiman padat, menghindari rembesan air hujan dari atap rumah tetangga semakin sulit dihindari, sehingga sering dianggap biasa. Biasanya dibuat saluran pembuangan air hujan agar tidak mengganggu, baik saluran (talang) yang melekat di atap rumah maupun berupa saluran pembuangan saja.

Anda mungkin bisa mendiskusikan atau musyawarahkan solusi ini dengan tetangga, meminta tetangga membuat saluran/talang khusus agar air hujan tidak langsung jatuh ke pekarangan Anda.

Jika tetangga tak menanggapi – seperti yang Anda sampaikan—tentu Anda bisa menempuh langkah cara-cara lain, misalnya menyampaikan lewat forum rembug warga atau Ketua RT setempat. Jika tidak ditanggapi juga, dan Anda benar-benar merasa sangat dirugikan, langkah hukum dapat digunakan. Misalnya karena tumpahan air hujan dari atap tetangga itu, pekarangan dan rumah Anda banjir. Jika demikian halnya, Anda dapat memakai saluran hukum. Pasal 1365Kitab Undang-undang Hukum Perdata(“KUH Perdata”) memberikan hak kepada seseorang untuk mengajukan ganti rugi akibat perbuatan orang lain sepanjang syarat-syarat yang ditentukan terpenuhi.

Leave a Reply