Kantor Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), masih tutup kendati waktu sudah menunjukkan jam 09.00 WITA, Jumat 26 Juli 2019. Hal ini ditemui Tim Inspektorat Kabupaten Minut yang dipimpin Rio Makalew yang datang untuk melakukan pemeriksaan terkait penggunaan Dana Desa (DD).
Kantor Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), masih tutup kendati waktu sudah menunjukkan jam 09.00 WITA, Jumat 26 Juli 2019. Hal ini ditemui Tim Inspektorat Kabupaten Minut yang dipimpin Rio Makalew yang datang untuk melakukan pemeriksaan terkait penggunaan Dana Desa (DD).

Terindikasi Ada Keganjilan Dalam Penanganan Dandes Wori

HUKUM

AIRMADIDI, publikreport.com – Penanganan kasus dugaan korupsi Dana Desa (Dandes) di Desa Wori, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), sampai saat ini belum ada kepastian. Bahkan diindikasikan ada keganjilan dalam penanganan kasus tersebut. Hal itu terlihat dimana saat pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut melakukan pemeriksaan terhadap Hukum Tua (Kumtua) Desa Wori, Rommy Maramis terkait belum dimasukkannya Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Dandes Tahun Anggaran (TA) 2018, dari pihak Inspektorat Minut langsung memasukkan LPj. Padahal pemeriksaan ini atas permintaan Inspektorat.

“Kumtua dalam beberapa kali pemeriksaan selalu proaktif. Namun sayangnya, Inspektorat sudah masukkan LPj saat pemeriksaan,” ungkap Kepala Seksi (Kasie) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Minut, Hendra Sahputra MHum.

Dengan telah dimasukkannya LPj, Hendra mengatakan, pihak Kejari Minut meminta total kerugian daerah dari penggunaan Dandes ke Inspektorat. Namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti oleh Inspektorat Minut.

“Untuk mengetahui total kerugian itu hanya bisa dilakukan oleh BPKP (Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan) dan Inspektorat. Sebab mereka memiliki tenaga teknis untuk pemeriksaan itu, sementara kami tidak. Laporan kerugian yang diminta pun belum diserahkan Inspektorat,” jelasnya.

BACA JUGA: Inspektur Minut Duga Kumtua Wori Buat LPj Fiktif

Inspektur Kabupaten Minut, Umbase Mayuntu saat dikonfirmasi, mengatakan jika dirinya belum mengetahui adanya permintaan total kerugian daerah dari pihak Kejari.

“Saya belum tahu soal itu. Nanti saya akan cek di kantor,” ujarnya.

Sebelumnya, kasus dugaan penyelewengan anggaran Dandes tahun 2018 hingga 2019 di Desa Wori, Kecamatan Wori, telah masuk ke meja Kejaksaan Negeri (Kejari) Minut pada Kamis 01 Agustus 2019 lalu. Ini terlihat dengan adanya pelimpahan berkas pemeriksaan dari Inspektorat Minut ke Kejari Minut Nomor 700/205/11KAB-MU/VIII/2019.

Bahkan Inspektorat dan Kejari Minut telah melakukan pemeriksaan lapangan akan proyek Dandes Wori. Namun dalam pemeriksaan yang dilaksanakan pada Senin 26 Agustus 2019 hanya menyangkut proyek fisik Dandes 2018. | GLENLY B

Leave a Reply