Setelah mengamankan lelaki muda berinisial RN alias Rez (21), warga Lingkungan I, Kelurahan Paslaten I, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 11 Februari 2020, sektiar pukul 20.00 WITA, berdasarkan laporan Maria Mantiri (60), ibu kandung Rez, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung kemudian menyerahkan Rez ke personil piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tomohon.
Setelah mengamankan lelaki muda berinisial RN alias Rez (21), warga Lingkungan I, Kelurahan Paslaten I, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 11 Februari 2020, sektiar pukul 20.00 WITA, berdasarkan laporan Maria Mantiri (60), ibu kandung Rez, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon yang dipimpin Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung kemudian menyerahkan Rez ke personil piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tomohon.

Terjadi di Paslaten I, Anak Ancam Ibu Kandung

KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Lelaki muda berinisial RN alias Rez (21), warga Lingkungan I, Kelurahan Paslaten I, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa 11 Februari 2020, sekitar pukul 20.00 WITA, diamankan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon. Rez ditangkap berdasarkan laporan dari Maria Mantiri (60), warga Lingkungan I, Kelurahan Paslaten Timur, yang merupakan ibu kandung, Rez.

Sang ibu melaporkan bahwa anak kandungnya, Rez, melakukan keributan dan pengancaman di dalam rumah. Hal ini menurut sang ibu dilakukan anaknya berulang kali. Merespon laporan kami langsung bergerak ke TKP (Tempat Kejadian Perkara),” jelas Kepala TIM URC Totosik Polres Tomohon, Brigadir Kepala (Bripka) Yanny Watung.

Diamankan, menurut Yanny, Rez mengakui dan membenarkan peristiwa itu.

Turut diamankan barang bukti berupa senjata tajam (sajam) berupa sebilah parang. Pelaku sudah diserahkan ke personil piket SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres Tomohon,” kata Yanny.

Kronologi peristiwa, Yanny menceritakan, berawal saat Rez melalui telepon selular (Hp) meminta kepada ibunya, Maria membelikan knalpot racing untuk digunakan di kendaraan yang dibeli ibunya. Permintaan ini oleh sang ibu ditolak dengan alasan belum punya uang, karena uang sudah dipakai untuk menyetor angsuran motor yang dipakai anaknya.

Mendengar penjelasan ibunya, Rez kemudian meminta ibunya pulang ke rumah, disinyalir disertai kata-kata ancaman, jika tidak pulang akan dibunuhnya.

Sang ibu pulang. Tiba di rumah diduga langsung dimarahi anaknya. Sambil marah-marah, Rez menakut-nakuti ibunya dengan mengambil sebilah parang di dalam rumah. Ketakutan sang ibu kemudian menghubungi Tim URC Totosik Polres Tomohon. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply