Terlibat Jual Beli Senpi dan Amunisi, 2 Warga Ditangkap Polisi
Sejumlah barang bukti yang berhasil diamankan dari penangkapan terhadap dua lelaki, masing-masing berinisial FR (34), warga Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan RI (22), warga Manokwari, Provinsi Papua Barat, oleh Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan Hukum (Gakkum) Operasi Nemangkawi bersama Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, Senin 23 Maret 2020.

Terlibat Jual Beli Senpi dan Amunisi, 2 Warga Ditangkap Polisi

KRIMINALITAS

MANADO, publikreport.com – Dua lelaki, masing-masing berinisial FR (34), warga Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan RI (22), warga Manokwari, Provinsi Papua Barat, Senin 23 Maret 2020, ditangkap Satuan Tugas (Satgas) Penegakkan Hukum (Gakkum) Operasi Nemangkawi bersama Tim Reserse Mobile (Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sulut. Keduanya diduga terlibat dalam jual beli senjata api (senpi) dan amunisi illegal.

Diduga kuat senjata api tersebut diperoleh dari Filipina dibawa ke Sulut dan selanjutnya akan dijual ke Provinsi Papua Barat,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulut, Komisaris Besar (Kombes) Trisulastoto Prasetyo Utomo didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sulut, Kombes Jules Abraham Abast pada konferensi pers di Mapolda Sulut, Selasa 24 Maret 2020.

Lelaki FR yang berperan sebagai penjual, Trisulastoto mengatakan, diamankan polisi di wilayah Kelurahan Bailang, Kota Manado. Dia juga yang diduga memesan senpi illegal ke Filipina.

Sedangkan lelaki RI yang membeli senpi, Trisulastoto menjelaskan, ditangkap petugas di wilayah Kecamatan Wanea, Kota Manado, bersama barang bukti 1 pucuk senpi jenis revolver dan 1 butir amunisi berukuran 9 mm.

Senpi dan amunisi illegal tersebut dipesan oleh lelaki FR dari Filipina dengan menggunakan jalur laut,” jelasnya.

BACA JUGA: Senjata Api dan Babuk Miras Dimusnahkan Polres

BACA JUGA: Miliki Bahan Peledak, AT dan AA Ditangkap Polairud

Dari penangkapan ini, Trisulastoto mengungkapkan, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 8 unit handphone (Hp), 1 buku tabungan dan sebuah kartu ATM (Automatic Teller Machine).

Saat ini kedua tersangka dalam proses pemeriksaan dan kasus ini masih dalam pengembangan,” ujarnya.

Keduanya, menurut Trisulastoto, dijerat dengan Pasal 1 (1) Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12/DRT/1951, dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun penjara. | ALFIAN TEDDY