Terpidana Kasus Block Grant UKIT Bersuara
Kampus UKIT YPTK di kompleks Bukit Inspirasi Tomohon.

Terpidana Kasus Block Grant UKIT Bersuara

TOMOHON, publikreport.com – Salah satu terpidana kasus Korupsi Block Grant Proyek Peningkatan Manajemen Pendidikan Tinggi (P2MT) di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (YPTK) Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) Tahun Anggaran (TA) 2003 dan 2004, Piet Hein Wongkar berharap fenomena politik buram yang mencengkram UKIT dan GMIM dapat dilenyapkan oleh seluruh warga GMIM.

Kasus ini punya backround politik yang sangat kuat. Yang lain tak terseret, membuat imbas alaminya terus berulang sampai saat ini,” kata mantan Rektor UKIT ini saat bertemu publikreport.com, Jumat 05 April 2019.

Mereka yang harusnya ikut bertanggung-jawab terlepas bebas saat itu. Dan konspirasi sama yang bisa terus mengancam kita, haruslah dilenyapkan,” sambung Piet yang kini menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Papakelan, Tondano.

Kasus ini, Piet menceritakan, muncul setelah dirinya memenangkan Pemilihan Rektor UKIT pada tahun 2005.

Kebetulan saya ketua panitia pengadaan barang/jasa yang waktu itu. Pengadaan adalah komputer. Kemudian saya dilaporkan oleh orang suruhan dari calon rektor yang saya kalahkan ketika itu. Dalam kasus ini, logikanya Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM saat itu selaku kuasa pengguna anggaran harus ikut bertanggung jawab seperti kami,” ungkapnya.

BACA JUGA: Ketua BPMS GMIM: GMIM Dipanggil Tuhan untuk Melayani Diseluruh Dunia