Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?
Ilustrasi asap rokok. (foto: africa studio/shutterstock|klikdokter.com)

Tidak Merokok tapi Kena Kanker Paru, Kok Bisa?

Jika Anda merasa aman dari ancaman kanker paru-paru karena tidak pernah merokok, sebaiknya Anda tetap harus waspada. Faktanya, tidak merokok bukan berarti Anda pasti akan terbebas dari kanker paru-paru. Ada sejumlah kondisi yang nyatanya dapat meningkatkan risiko bagi non-perokok untuk terkena kanker paru-paru.

Faktor perokok pasif

Merokok adalah penyebab utama dari kanker paru-paru, yakni sekitar 85 persen. Ini bukanlah hal yang mengejutkan. Beda halnya dengan kasus kanker paru-paru yang terjadi pada non perokok, ini tentu membuat orang bertanya-tanya.

“Selama saya praktik, lima hingga sepuluh persen pasien tidak pernah merokok,” kata Charles Swanton, kepala dokter dari Cancer Research UK, dikutip dari BBC.

Salah satu faktor yang dapat menyebabkan kanker paru-paru pada non-perokok adalah terlalu sering terpapar asap rokok, atau lazim disebut perokok pasif. Walaupun risikonya tidak sebesar perokok aktif, terbukti menjadi perokok pasif juga dapat memberi dampak negatif jangka panjang.

Penelitian menyebutkan satu dari lima wanita yang menderita kanker paru-paru tidak pernah merokok, dibandingkan dengan satu dari sepuluh pria. Sebuah tinjauan pasien kanker paru-paru yang menjalani operasi dari 2008 sampai 2014 di Inggris, juga menemukan bahwa 67 persen dari mereka yang tidak pernah merokok adalah wanita.

Lebih lanjut, berdasarkan laporan World Health Organization (WHO), asap rokok meningkatkan kemungkinan seorang perokok pasif mendapatkan kanker paru-paru hingga 20-30 persen dan menyebabkan 430 ribu kematian di seluruh dunia setiap tahun, yang 64 persen di antaranya adalah wanita.

Faktor-faktor penyebab kanker paru lainnya

Selain perokok pasif, menurut American Cancer Society ada beberapa faktor lainnya yang dapat membuat seorang non-perokok terkena penyakit kanker paru-paru:

Tinggalkan Balasan