You are currently viewing TIFF Dinilai Belum Untungkan Warga Tomohon
Tatakan bunga yang terbuat dari besi berjejer di depan-depan toko yang ada di pusat kota Tomohon. Tatakan bunga diadakan Pemerintah Kota Tomohon saat pelaksanaan TIFF (Tomohon International Flower Festival) beberapa tahun lalu. Kala itu Tomohon terlihat indah dengan bunga-bunga yang dipajang ditatakan besi ini. Namun, kini - sudah cukup lama - tatakan bunga ini 'merana;' di pusat kota.Tak satupun kembang lagi yang diletakkan di tatakan bunga ini. Justru tatakan bunga yang terbuat dari besi ini membahayakan pengguna trotoar. Foto diambil Senin, 06 Agustus 2018, siang. (Foto: PUBLiKREPORT.COM)

TIFF Dinilai Belum Untungkan Warga Tomohon

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Ajang pariwisata tahunan bertajuk Tomohon International Flower Festival (TIFF) dinilai sejumlah kalangan belum menguntungkan warga. Padahal iven ini selalu menyerap anggaran dengan besaran mencapai miliaran rupiah.

“Saya warga Kota Tomohon, tapi merasakan belum ada manfaat dari TIFF. Sementara Pemerintah Kota Tomohon selalu menggembar-gemborkan kalau TIFF mampu meningkatkan perekonomian warga. Saya kira itu sangat mengada-ada,” kata Stenly Pungus, warga kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kepada publikreport.com.

Sementara berbincang dengan Stenly, melintas Nelly Lala, yang dikenal merupakan petani bunga di Kakaskasen. Stenly kemudian menganjurkan agar publikreport.com mewawancarai perempuan petani bunga itu.

“Sepanjang pelaksanaan TIFF, baru satu kali bunga tai ayam (marigold) diborong Pemerintah Kota Tomohon melalui Panitia Pelaksana TIFF. Kala itu masa kepemimpinan Walikota Epe (Jefferson Soleiman Montesque Rumajar) yang membuat karpet bunga besar di lapangan Rindam. Cuma satu kali itu. Selebihnya, bunga yang kami jual ini kebanyakan dibeli oleh orang Manado dan daerah lain,” ucap Nelly.

Dalam pelaksanaan TIFF yang sudah beberapa kali, Nelly berpendapat, justru pedagang dari luar Tomohon yang diuntungkan, contohnya pedagang mainan anak-anak di lokasi pameran.

“TIFF dapat dikatakan belum ada keberpihakan kepada kami petani kecil,” katanya tersenyum.

Terpisah, Sekretaris Komisi IV DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Provinsi Sulut, Fanny Legoh mengatakan, dari pengamatan Komisi IV yang juga membidangi pariwisata, TIFF yang sudah masuk calender of event Kementerian Pariwisata (Kemenpar) belum memberiklan efek siginifikan pada perekonomian masyarakat Kota Tomohon.

“Berapa banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan TIFF? Jika dilihat kebanyakan yang menonton parade atau side ivennya adalah orang Tomohon dan Tondano,” kata Fanny, wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulut dari Daerah Pemilihan (Dapil) Tomohon-Minahasa.

Leave a Reply