PUBLIKREPORT.com

Ketua Umum Investasi UMKM: Stop Kegiatan Seremonial TIFF

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Strategi anggaran harus dibalik. Jangan seremoni festival baru ke infrastruktur. Makanya multiplier effect lambat berdampak atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi, strateginya harus ke infrastruktur, seperti taman, lahan dan pasar bunga bagi petani bunga. Bukan seremoni. Infrastruktur ini nantinya memberikan dampak terhadap petani dan pengusaha bunga dalam jangka panjang dan sustanaible”

Stefy E Tanor, Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia

TOMOHON, publikreport.com – Ketua Umum Investasi UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) Indonesia, Stefy E Tanor menyerukan kepada Pemerintah Kota Tomohon dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, kegiatan Tomohon International Flower Festival (TIFF) sudah harus dapat menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Terobosan-terobosan nyata harus dilakukan Pemerintah Kota Tomohon agar Kota Bunga benar-benar nampak dan memakmurkan masyarakatnya.

“Stop kegiatan-kegiatan seremonial yang hanya menghambur-hamburkan anggaran negara,” tegas Stefy dari Jakarta kepada publikreport.com, Minggu, 08 Juli 2018, sore.

BACA JUGA: Pekan Depan Press Conference TIFF di Jakarta

BACA JUGA: Coreta Ketua Panitia TIFF, Kemenpar Kucurkan Rp1,5 Miliar
BACA JUGA: Tomohon, a city of flower?
BACA JUGA: Pengamat: Identitas Daerah Harus ‘Sakral’

Penyelenggaraan TIFF, menurut Stefy, harus terukur. Apalagi setiap anggaran negara yang keluar/dipakai, minimal harus menghasilkan manfaat atau outcome bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Sudah berapa tahun TIFF dilaksanakan? Berapa besar multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Tomohon,” ujar Stefy yang juga adalah salah satu pejuang pembentukan Kota Otonom Tomohon.

BACA JUGA: Tomohon Kota Bunga?

Sebagai usulan yang juga sebagai solusi taktis, Stefy mengatakan, di Kota Tomohon perlu dibangun taman bunga sebagai lahan rakyat/petani bunga. Taman bunga ini juga berfungsi sebagai pasar bunga. Hal sama juga harus nampak di gerbang-gerbang masuk Kota Tomohon.

“Bunga harus ditonjolkan. Dan ingat anggaran (seremonial) TIFF ini, seharusnya atau sebaiknya dialokasikan untuk membangun infrastruktur,” sarannya.

BACA JUGA: Tempat Bunga di Pusat Kota Tinggal Rangka Besi
BACA JUGA: Tatakan Bunga yang Membahayakan Pejalan Kaki

Stefy E Tanor, Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia/Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon.
Stefy E Tanor, Ketua Umum Investasi UMKM Indonesia/Pejuang Pembentukan Kota Otonom Tomohon.

Seremoni TIFF yang dicitrakan selama ini, Stefy menjelaskan, bukan merupakan strategi anggaran bagi pembangunan infrastruktur bunga.

“Strategi anggaran harus dibalik. Jangan seremoni festival baru ke infrastruktur. Makanya multiplier effect lambat berdampak atau bahkan tidak ada sama sekali. Jadi, strateginya harus ke infrastruktur, seperti taman, lahan dan pasar bunga bagi petani bunga. Bukan seremoni. Infrastruktur ini nantinya memberikan dampak terhadap petani dan pengusaha bunga dalam jangka panjang dan sustanaible,” jelasnya.

BACA JUGA: TIFF = Tomohon Kota Pariwisata Dunia?
BACA JUGA: TIFF Tak Berpengaruh pada Florist

Pusat pelaksanaan TIFF, Stefy melanjutkan, selayaknya harus dilaksanakan di Kota Tomohon, bukan di luar daerah.

“Infrastruktur taman bunga, lahan petani bunga dan pasar bunga jika (nantinya) ada, di situlah pusat kegiatan TIFF dengan seremonialnya. Taman bunga dan pusat pertanian bunga ini diolah  langsung oleh rakyat petani bunga. Nah, di sekeling pusat pelaksanaan TIFF juga dibangun sarana pendukung, rumah rakyat yang difungsikan sebagai home stay lengkap dengan sajian kuliner dan cenderamata (kerajinan tangan khas). Inilah yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” paparnya memberikan solusi. DORANG

BACA JUGA: Dinpar: Tourism Information Center Pernah Ada, tapi Tidak Difungsikan

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Beda Agama, Dimas Anggara dan Nadine Chandrawinata Menikah di Bhutan

Read Next

Eksekusi Paten sebagai Objek Jaminan Fidusia

Leave a Reply