PUBLIKREPORT.com

TIFF Tak Berpengaruh pada Florist

Pemilik dan pekerja di kios bunga 'Bianca Florist' Kakaskasen Kecamatan Utara sibuk merangkai bunga pesanan konsumen. (Foto:; publikreport.com)

Pemilik dan pekerja di kios bunga ‘Bianca Florist’ Kakaskasen Kecamatan Utara sibuk merangkai bunga pesanan konsumen. (Foto:; publikreport.com)

TOMOHON, publikreport.com – Kota Tomohon, khususnya di sebagian Kakaskasen terkenal sebagai daerah bunga. Selain menanam bunga di pinggir jalan raya utama Tomohon-Manado berjejer banyak kios bunga. Kios-kios ini menjual berbagai jenis bunga potong maupun bunga yang telah dirangkai oleh florist.

Harga bunga-bunga potong di kios-kios bunga ini di jual dengan harga bervariasi. Hebatnya, pembeli bunga potong maupun bunga yang telah dirangkai bukan hanya dari Tomohon, tapi datang juga dari luar, seperti Manado, Bitung, Tondano dan Minahasa Selatan (Minsel).

“Pembeli bunga datang dari berbagai daerah di Sulawesi Utara (Sulut). Jadi bukan hanya orang Tomohon saja,” kata Novita Tumiwa dan Veni Siwu, suami isteri pemilik kios bunga ‘Bianca Florist’ saat ditemui publikreport.com, Senin 29 Januari 2018.

Iven Tomohon International Flower Festival (TIFF) yang diselenggaran Pemerintah Kota Tomohon dan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI setiap bulan Agustus, menurut Novita dan Veni, tidak berpengaruh dalam penjualan bunga di kios mereka. Sebab, bunga yang digunakan pada saat TIFF biasanya disediakan sendiri oleh para pejabat Pemerintah Kota Tomohon.

“Para kepala dinas memberikan bibit bunga kepada petani. Bibit bunga ini ditanam khusus hanya untuk digunakan saat TIFF saja. Selain itu bunga yang digunakan banyak yang dikirim dari luar daerah,” ungkap Novita.

BACA JUGA: Petani Kakaskasen dan Wailan Minta Jalan Ini Diaspal
BACA JUGA: Minta Perbaikan Jalan Pertanian, Petani: Kami Sudah Membuat Pengaduan

Read Previous

Temuan BPK, Olly Tugaskan Steven

Read Next

Pascaputusan MK, Parpol Diveriifikasi Kembali

Leave a Reply