You are currently viewing Tokoh Masyarakat Bicara Tentang Bunga dan TIFF
Masyarakat yang sejak sekitar jam 11.00 WITA, Kamis 08 Agustus 2019, menunggu parade kendaraan hias melintas di pusat kota Tomohon (kompleks menara Alfa Omega). Kendati parade kendaraan hias nanti melintas sekitar pukul 16.30 WITA. Kendaraan hias sering tersendat demikian halnya rombongan pengiringnya karena masyarakat yang telah memenuhi jalan raya. Selain itu jarak antara satu kendaraan hias dengan lain terlalu jauh. (foto: publikreport.com)

Tokoh Masyarakat Bicara Tentang Bunga dan TIFF

Salah satu Tokoh Masyarakat Kota Tomohon, Johny Runtuwene mengatakan, Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2019, adalah iven pariwisata nasional yang mengangkat nama baik Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada umumnya dan Kota Tomohon pada khususnya.

Sejatinya, ini harus didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat. Puji Tuhan, masyarakat cukup berjuang untuk kesuksesan TIFF 2019,” ucap Johny kepada publikreport.com, Rabu 07 Agustus 2019.

BACA JUGA: Epe Sebut TIFF Sudah Melenceng dari Substansi
BACA JUGA: TIFF Antara Seremonial dan Substansial

Jurnalis publikreport.com saat berkunjung ke kediamannya, melihat Johny Runtuwene yang akrab disapa Jonru ini tengah sibuk menanam bunga di halaman rumahnya yang berada di Kelurahan Kakaskasen III, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomonhon.

Mari foto. Ini bukan rekayasa untuk suatu tujuan. Bukan suatu tujuan publikasi atau pencitraan,” serunya.

Pejabat publik di kota yang menggelar iven bunga international, menurut Jonru, seharusnya menjadi terdepan dalam berinovasi mengembangan bunga. Apalagi karena bunga sehingga TIFF itu lahir menjadi iven di sini (Kota Tomohon). Jika para petinggi Kota Tomohon telah memobilisasi masyarakat untuk menanam bunga di rumah masing-masing secara terkonsep, maka kerepotan menata wilayah jelang TIFF 2019 tidak akan terjadi.

BACA JUGA: Wisatawan Jerman: Tomohon Tidak Terlihat Sebagai Kota Bunga

Leave a Reply