Tradisi Makan Bersama Diberbagai Daerah Saat Idul Fitri

Tradisi Makan Bersama Diberbagai Daerah Saat Idul Fitri
Ilustrasi. Salah satu warga di Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulut membakar bambu yang diisi dengan beras ketan, santan, jahe serta bumbu lainnya. Makanan khas Sulut yang disebut nasi jaha ini akan dipakai pada tradisi Binarundak.

Berbagai daerah di Indonesia memiliki tradisi untuk merayakan hari kemenangan setelah sebulan berpuasa Ramadan.

Saat hari raya Idul Fitri tiba ada tradisi yang masih tetap terjaga, yaitu makan bersama. Makan bersama menjadi salah satu cara untuk bersilaturahmi antara sanak keluarga maupun tetangga sekitar. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tradisi makan bersama di berbagai daerah yang masih terjaga hingga saat ini.

Binarundak di Kotamobagu, Sulut

Tradisi ini berasal dari Sulawesi Utara (Sulut), tepatnya di Motoboi Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur, Kota Kotamobagu. Binarundak ini diselenggarakan tiga hari setelah hari raya Idul Fitri. Warga akan memasak nasi khas Sulawesi Utara yang disebut dengan nasi Jaha.

Nasi Jaha dibuat dengan campuran jahe, santan, dan juga beras ketan yang dimasukkan ke dalam batang bambu yang berlapis daun pisang. Bambu tersebut kemudian dibakar dengan serabut kelapa. Tradisi ini dilakukan di sepanjang jalan rumah warga atau di lapangan terbuka. Tradisi ini juga merupakan ajang untuk menjalin tali silaturahmi bagi perantau dengan sahabat lama.

BACA JUGA: Nasi Jaha Khas Minahasa

Makmeugang di Aceh

Makmeugang atau meugang merupakan tradisi memasak dan makan bersama saat lebaran yang ada di Aceh. Tradisi ini sudah ada sejak 400 tahun lalu dan telah dilakukan sejak turun temurun. Dengan semangat kebersamaan antar sesama, warga sekitar kampung berkumpul di masjid untuk memasak daging dan makan bersama-sama.

Daging yang biasanya diolah menjadi beragam masakan khas Aceh, seperti sup daging, daging rebus, rendang, dan kari putih ini nantinya juga akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Selain saat Idul Fitri, tradisi ini juga dilakukan saat perayaan Idul Adha.

Bedulang di Bangka

Di Bangka tradisi makan bersama setelah silaturahmi dan bermaaf-maafan disebut dengan Bedulang. Bedulang dilakukan setiap tahunnya setelah warga selesai melaksanakan salat Id. Warga akan menikmati makanan khas Bangka yang disajikan menggunakan tudung saji, antara lain tumis rebung, tumis keladi, lalapan, lempah kuning ikan kakap, ikang jebung bakar, lempah kulat pelawan dan sambal belacan.

Leave a Reply