Steaven P Dandel, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut, pada konferensi pers, Selasa 23 Juni 2020.
Steaven P Dandel, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut, pada konferensi pers, Selasa 23 Juni 2020.

Transmisi Lokal Penyebab Tingginya Angka Covid-19 di Sulut

MANADO, publikreport.com – Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steaven P Dandel menjelaskan, sebagian besar kasus positif Covid-19 (Coronavirus Disease 2019) di Provinsi Sulut, penyebabnya adalah transmisi lokal. Disusul kasus dari orang yang melakukan perjalanan keluar negeri dan dalam negeri.

Kami mengidentifikasi ada lima jenis kasus berdasarkan paparan dan pola perjalanan seseorang dari dalam negeri maupun luar negeri, maupun transmisi lokal,” jelas Steaven pada konferensi pers, Selaasa 23 Juni 2020, malam.

Di Provinsi Sulut, Steaven mengungkapkan, kasus transmisi lokal sudah sangat tinggi. Secara statistik banyak kasus -transmisi lokal- terlihat dari daerah yang attack ratenya cukup tingggi, seperti Kota Manado dan Tomohon.

Paling utama sekarang bagaimana mengintervensi, mencegah terjadinya transmisi di wilayah kita. Mewaspadai orang yang dari luar daerah, tapi secara statistik transmisi lokal sangat tinggi. Angkanya mencapai 807 kasus di Provinsi Sulut,” bebernya.

Sebelumnya Steaven menjelaskan, tentang angka fatalitas -case fatalitas- Covid-19, atau angka kematian yang juga cukup tinggi. Namun, angka fatalitas ini, menurutnya tidak seragam di 15 kabupaten dan kota di Sulut.

Ada daerah yang tidak ada angka kematian atau nol persen, seperti Kota Kotamobagu, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Talaud, Bolaang Mongondow (Bolmong), Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Kabupaten Kepulauan Sitaro (Siau, Tagulandang, Biaro) menjadi daerah satu-satunya di Sulut yang tidak melaporkan kasus positif,” paparnya.

Namun, Steaven melanjutkan, di beberapa daerah, seperti Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara (Minut, Minahasa, Kota Bitung, Tomohon, Minahasa Selatan (Minsel) dan Minahasa Tenggara (Mitra), case fatalitas grade cukup tinggi.

Gambaran-gambaran ini tidak bisa kita interpretasikan secara sederhana. Karena tidak seragam dan tidak berimbang dengan jumlah penduduk (proporsi jumlah penduduk). Misalnya di dalam 100 ribu penduduk, jumlah kasus di 15 kabupaten dan kota di Sulut angkanya bervariasi. Di Kota Manado sangat tinggi,” bebernya.

Kedua, Steaven memaparkan, angka attack rate. Di mana Kota Tomohon juga sangat tinggi, disusul Kabupaten Minahasa, Minut, Kota Kotamobagu, Bitung, Mitra, Minsel, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Talaud, Sangihe, Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), Boltim dan Bolmong.

Jika dilihat dari proporsi penduduk, baru bisa dilihat secara nyata, secara epidemologis Kota Manado menjadi salah satu kota, daerah di Indonesia yang sangat menonjol attack ratenya. Attack ratenya sangat tinggi. Kita harus bersama Pemkot (Pemerintah Kota Manado menggencarkan penanganan dan pencegahan, juga harus ada upaya khusus,” terangnya.

Sementara mengenai pasien Covid-19 yang meninggal dunia, Steaven mengungkapkan, datang dari berbagai penyebab dan ada dari penyakit peranta, salah satunya pneumonia atau radang paru.

Diketahui, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulut, Selasa 23 Juni 2020, pukul 19.36 WITA, jumlah kasus positif Covid-19 di Sulut sebanyak 861, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 314 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 232. Dalam perawatan sebanyak 643 orang, sembuh 149 dan dinyatakan meninggal dunia sebanyak 69 orang.

Selengkapnya lihat tabel di bawah:

Leave a Reply