Dilan masih punya segudang gombalan di 'Dilan 1991.' (dok: Max Pictures)
Dilan masih punya segudang gombalan di 'Dilan 1991.' (dok: Max Pictures)

Ulasan Film: ‘Dilan 1991’

Berganti film dengan jarak setahun-Dilan 1990 ke Dilan 1991-Dilan masih pandai merayu. Namun porsinya tak sebanyak dahulu.

Kalau di film pertama Dilan membuat Milea mabuk kepayang, sekarang karakter yang masih diperankan Iqbaal Ramadhan itu justru membuatnya dilanda kebingungan.

Kisah cinta mereka yang diawali dengan ‘proklamasi’ di Warung Bi Eem, 22 Desember 1990 dan di film ini dilanjut dengan hujan-hujanan naik motor keliling Bandung dengan motor CB 100, makin diwarnai konflik.

Salah satunya karena Dilan bersikukuh berada di dalam geng motor meski Milea melarang dan mengancam putus. Masalah Dilan dengan Anhar, kawan yang menampar Milea di film pertama, masih terus bergulir.

Itu ditambah kemunculan sejumlah karakter baru yang membuat hubungan sepasang remaja SMA era 1990-an yang diangkat dari novel trilogi karya Pidi Baiq itu kian rumit.

Kolaborasi antara sutradara Fajar Bustomi dengan sang empunya cerita kembali berhasil memvisualisasikan kisah dari novel. Meski ada beberapa bagian yang dipotong, itu tak berpengaruh besar. Benang merah cerita tetap dapat terjalin dengan baik.

Bahkan dialog yang digunakan 80 persen mengikuti bukunya.

Akting Iqbaal dan Vanesha Prescilla yang masih menjadi Milea di film ini lebih luwes dan tereksplorasi ketimbang sebelumnya. Keduanya bisa menempatkan emosi yang pas di beberapa adegan. Hanya saja, pada beberapa adegan menangis, Vanesha tampak kurang meyakinkan.

Akting Iqbaal sendiri terasa kurang maksimal. Misalnya saat mengumumkan hubungannya dengan Milea di hadapan teman-temannya, Iqbaal yang menggunakan bahasa Sunda terdengar buru-buru. Logat Sundanya pun tak terdengar seperti bertutur, melainkan seperti sedang menghafal.

Namun karakter Dilan di sekuel ini terasa lebih manusiawi.

Pada film pertama, karakter Dilan seolah menjadi ikon dambaan wanita dengan segala tingkah manisnya. Ia rela melakukan apa pun demi cinta. Namun di Dilan 1991, karakter tersebut lebih terlihat memiliki sikap atas pilihannya sendiri. Dilan tak lagi dibutakan sepenuhnya oleh cinta.

Bila sebelumnya menyatakan bahwa siapa pun bisa hilang dari muka Bumi jika mengganggu Milea, kini ia sendiri bisa begitu cuek.

Leave a Reply