Upaya Mempermudah Izin Usaha Lewat Aplikasi
Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Bambang Adi Winarso, dialog dengan para pelaku bisnis penerima manfaat program Sistem Online Single Submission (OSS) dalam talkshow “Usaha Mudah melalui OSS”, Sabtu, 27 Oktober 2018 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Upaya Mempermudah Izin Usaha Lewat Aplikasi

MANADO, publikreport.com – Sistem Online Single Submission (OSS) diluncurkan sejak 09 Juli 2018. Sebagai program new regime perizinan, OSS berlandaskan pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PBTSE).

“Pada dasarnya, konsep perizinan melalui sistem OSS adalah untuk memberikan kemudahan berusaha menggunakan satu portal nasional, satu identitas perizinan berusaha, dan satu format izin berusaha,” ungkap Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Bambang Adi Winarso dalam talkshow “Usaha Mudah melalui OSS”, Sabtu, 27 Oktober 2018 di Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Dalam empat bulan terakhir, menurut Bambang, pelaksanaan sistem OSS sendiri telah melibatkan 25 kementerian/lembaga, 34 provinsi, 514 kabupaten/kota, 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), 4 Free Trade Zone (FTZ), dan 87 Kawasan Industri. Adapun, hingga 19 Oktober 2018, sistem OSS per hari rata-rata berhasil melayani 1.206 akun registrasi, 905 buah aktivasi akun, dan 728 Nomor Induk Berusaha (NIB). Tidak hanya itu, izin berusaha yang dikeluarkan sistem OSS mencapai 543 Izin usaha dan 444 Izin Operasional/Komersial setiap harinya.

Melihat kinerja sistem OSS di atas, Bambang melanjutkan, pemerintah berupaya untuk menyempurnakan sistem OSS agar mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Terdapat enam isu strategis yang dikemukakan dalam talkshow ini, antara lain:

  • Penyelarasan tingkat pemahaman, pola pikir, dan kultur stakeholder terkait terhadap proses bisnis dan sistem OSS.
  • Sinkronisasi pelaksanaan fungsi antar unit di dalam kementerian/lembaga, yakni antara pusat data dan informasi (Pusdatin) dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) teknis, sekaligus Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dengan dinas terkait.
  • Peningkatan fungsi Pemerintah Daerah & DPMPTSP dalam pelayanan OSS.
  • Tampilan sistem OSS sehingga menjadi lebih user-friendly dengan Information and Communication Technologies (ICT) yang lebih unggul, mudah, cepat dan stabil.
  • Penyiapan roadmap transisi ke Lembaga OSS Permanen, yakni BKPM, dari sisi penggunaan sistem, sumber daya manusia (SDM) dan anggaran.
  • Optimalisasi fungsi Satuan Tugas (Satgas) kementerian/lembaga/daerah.