You are currently viewing Wagub Bicara Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Wakil Gubernur Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw usai menjadi inspektur upacara bulan K3 Nasional 2018 di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin 05 Februari 2018.

Wagub Bicara Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja

MANADO, publikreport.com – Pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembangunan infrastruktur, antara lain fasilitas transportasi baik udara, darat maupun laut serta sarana prasarana penunjang lainnya. Program pembangunan tersebut harus didukung dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) agar pelaksanaannya tidak terjadi kecelakaan serta penyakit saat kerja.

Demikian dikatakan Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Steven OE Kandouw membacakan sambutan tertulis Menteri Tenaga Kerja (Menaker) RI, Hanif Dhakiri, saat menjadi inspektur upacara (irup) bulan K3 Nasional 20 18 di Gedung Mapalus Kantor Gubernur Sulut, Senin 05 Februari 2018 pagi.

BACA JUGA: Masyarakat Sebagai Pengawas Keselamatan Kerja

Kecelakaan kerja, Steven mengatakan, berdampak pada kerugian material, korban jiwa, gangguan kesehatan, dan mengganggu proses produksi. Sehingga diperlukan upaya untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan kerja maupun penyakit saat bekerja secara maksimal.

Berdasarkan data Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Steven melanjutkan, Tahun 2015 telah terjadi kecelakaan kerja sebanyak 110.285 kasus. Sedangkan 2016 sejumlah 105.182 kasus dan Agustus 2017 sebanyak 80.392 kasus.

BACA JUGA: Banyak Safety Mirror di Tomohon yang Hilang dan Rusak

Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) sebagai pemegang kebijakakn nasional K3, Steven menuturkan, sangat mengharapkan dukungan pemerintah, pemerintah daerah, lembaga, masyarakat industri untuk lebih mengoptimalkan pelaksanaan K3.

“Terima kasih kepada semua pihak yang terus mengembangkan dan membudayakan K3 sebagai bagian dari kontribusi untuk membangun bangsa dan negara,” ujarnya.

Acara kemudian dilanjutkan launching unit reaksi cepat pengawas ketenagakerjan. | VERONICA DSK

Leave a Reply