Wagub: Ini Memalukan Bagi Kita Semua
Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw pada kegiatan penilaian verifikasi penguatan Sakip dan reformasi birokrasi Provinsi Sulut di Hotel Aston, Manado, Kamis, 11 Oktober 2018.

Wagub: Ini Memalukan Bagi Kita Semua

MANADO, publikreport.com – Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sakip), Pemerintah Kota Manado mendapatkan penilaian BB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama empat kabupaten/kota, B dan 10 kabupaten/kota mendapat penilaian CC.

“Sekarang saya baru tahu yang nilai CC , BB  dan B  dari kementerian itu apa,” kata Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Sulut, Steven OE Kandouw pada kegiatan penilaian verifikasi penguatan Sakip dan reformasi birokrasi Provinsi Sulut di Hotel Aston, Manado, Kamis, 11 Oktober 2018.

“Ini memalukan bagi kita semua. Kita harus sadar bahwa jabatan adalah amanah. Saya tahu betul kondisi daerah khusus provinsi, saya tahu dari 42 Perangkat Daerah (PD), berapa yang punya outcome dan output yang jelas. Jangan hanya bekerja dengan menggunakan prinsip asal bapak senang dan yang penting sudah ada kegiatannya. Jika penyusunan KUA PPAS (Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara) paling kencang dia datang, padahal tujuannya tidak jelas apalagi penyusunan paling banyak anggaran dipergunakan untuk belanja modal. Dan itu  terjadi di kabupaten kota sampai provinsi,” tegas Steven.

Padahal, Steven mengatakan, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Refomasi Birokrasi (KemenPANRB) sudah memberikan pendampingan. Dirinya mengajak semua work looking dengan keadaan.

Diakui Steven, dilihat dari indikator makro, Sulut terus bergerak maju dan menuai beberapa capaian progresif, antara lain ditandai dengan pertumbuhan ekonomi sejak 2015 berada di titik 6,12% pada 2017 naik menjadi 6,32%. Angka ini melebihi pertumbuhan ekonomi nasional yaitu 5,07%. Namun dari segi administrasi pemerintahan harus diakui masih pada posisi stagnan termasuk Sakip dan reformasi birokrasi masih sangat perlu penguatan dilihat dari hasil capaian saat ini.

Pertumbuhan ekonomi, Steven menjelaskan, ada tiga faktor yaitu eksport, investasi dan belanja pemerintah.

“Eksport kita, pala, kopra dan ikan menurun, sehingga jangan berharap lebih. Investasi, mudahi-mudahan dengan rupiah anjlok, investasi naik,” katanya.

Persoalan belanja pemerintah jika digabung dengan kabupaten/kota, Steven membeberkan, berkisar Rp20 triliun. Ini yang menjadi faktor krusial untuk pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ini akan jelas kickbacknya dan outcomenya, kalau akuntabilitas kinerja instansi pemerintahannya baik alias nilainya A. Ini baru efektif.

Tinggalkan Balasan