You are currently viewing Wapres Jusuf Kalla Bingung Setya Novanto Gugat UU KPK
Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan KH Salahudin Wahid atau Gus Solah di pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, 29 Oktober 2017. (Ishomuddin/Tempo)

Wapres Jusuf Kalla Bingung Setya Novanto Gugat UU KPK

HUKUM

JAKARTA, publikreport.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku heran dengan gugatan uji materi Undang-Undang tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang diajukan Setya Novanto. Sebab, gugatan dilakukan setelah Ketua Umum Golkar itu terkena perkara dugaan kasus korupsi e-KTP.

“Kalau tidak setuju, merasa dirugikan oleh UU yang ada, pertanyaannya kenapa baru diajukan? Itu pertanyaannya, kan,” ujar pria yang akrab disapa JK itu di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, 14 November 2017.

JK menduga gugatan uji materi oleh Ketua DPR itu sebagai upaya untuk lepas dari jeratan hukum kasus dugaan korupsi e-KTP. Meski begitu, JK menyatakan sah-sah saja hal itu dilakukan Setya Novanto.

“Selama hukum memperbolehkan, ya tidak bisa melarangnya. Semua orang yang mempunyai legal standing boleh mengajukan,” ujar JK.

BACA JUGA: Setnov ‘Gugat’ UU KPK ke MK

Setya Novanto mengajukan uji materi terhadap dua pasal UU KPK ke MK pada Senin, 13 November 2017. Pasal yang dipermasalahkan adalah Pasal 12 dan Pasal 46 yang mengatur kekhususan UU KPK. Menurut kuasa hukum Setya Novanto, kedua pasal tersebut menghilangkan hak imunitas anggota DPR yang diatur dalam UU tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD ( MD3).

Gugatan itu sendiri berkaitan dengan sikap Setya Novanto yang menolak pemanggilan KPK untuk dimintai keterangan. Setya Novanto bersikeras menganggap KPK harus meminta izin Presiden Joko Widodo untuk memeriksanya. Dengan kata lain, Setya menganggap UU KPK tidak bersifat lex specialis. | TEMPO.co

Leave a Reply