Petugas kepolisian saat mengamankan kericuhan yang ditimbulkan rombongan pengantar jenazah yang melintasi di pusat kota Tomohon. Amuk massa hampir terjadi karena tindakan arogan sejumlah pengantar jenazah yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua. (Foto: publikreport.com)
Petugas kepolisian saat mengamankan kericuhan yang ditimbulkan rombongan pengantar jenazah yang melintasi di pusat kota Tomohon. Amuk massa hampir terjadi karena tindakan arogan sejumlah pengantar jenazah yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua. (Foto: publikreport.com)

Warga dan Polisi Hadang Iringan Pengantar Jenazah

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Arak-arakan pengantar jenazah dari arah Kota Manado menuju Kota Tondano, Sabtu 16 Desember 2017, membuat keributan saat berada di pusat kota Tomohon. Sejumlah pengantar jenazah yang menggunakan kendaraan bermotor roda dua, hampir bentrok dengan warga.

Dari informasi yang dihimpun publikreport.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beberapa pengantar jenazah berupaya melawan anggota kepolisian yang sementara bertugas. Melihat aksi brutal ini, warga kemudian berbondong-bondong membela polisi dan melawan rombongan yang dinilai bertindak tidak seharusnya.

Akibat kejadian ini sempat terjadi kemacetan di ruas jalan utama itu.

“Polisi itu mencegat dan menegur mereka. Namun, ditanggapi dengan kasar bahkan mencoba melawan polisi yang bertugas mengatur arus lalu lintas,” ungkap sejumlah warga.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) I Ketut Agus Kusmayadi SH SIK yang berada di lokasi saat ditemui publikreport.com mengatakan, rombongan pengantar jenazah berteriak bahkan bertindak ugal-ugalan di sepanjang jalan.

“Kalau masyarakat geram dan emosi, bisa saja mereka itu (pengantar jenazah) yang diamuk massa,” ujarnya.

Bolehkah Menerobos Lampu Merah dalam Keadaan Darurat?

Leave a Reply