You are currently viewing Warga Keluhkan Angkot yang Gunakan Toa
Merespons keluhan warga, Satuan Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Minsel, Sabtu 16 November 2019, melakukan razia terhadap kendaraan angkot yang menggunakan toa. Razia ini dilakukan di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya depan Mapolres Minsel dengan melibatkan puluhan personil Satuan Lantas.

Warga Keluhkan Angkot yang Gunakan Toa

AMURANG, publikreport.com – Sejumlah warga di Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengeluhkan penggunaan toa (alat pengeras suara) di kendaraan angkutan umum dalam kota (angkot). Merespons keluhan warga tersebut, Satuan Lalu Lintas (Lantas) Kepolisian Resort (Polres) Minsel, Sabtu 16 November 2019, melakukan razia terhadap kendaraan angkot yang menggunakan toa.

Razia ini dilakukan di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya depan Mapolres Minsel dengan melibatkan puluhan personil Satuan Lantas.

Tiga belas kendaraan angkot terjaring dalam razia ini. Pelanggaran lalu lintas ini kami tindaki sesuai pasal 286 junto 103 jo 43, Undang-Undang (UU) Nomor: 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kendaraan tersebut kami kenakan tilang (bukti pelanggaran), sedangkan untuk barang bukti toa langsung dicopot dan dimusnahkan,” jelas Kepala Satuan (Kasat) Lantas Polres Minsel, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Rommel Pontoh.

Sejumlah warga memberikan apresiasi kepada Satuan Lantas Polres Minsel yang telah merespons keluhan masyarakat.

Selama ini kami merasa sangat terganggung dengan suara musik yang kuat dan dibising di kendaraan-kendaraan yang menggunakan toga. Terlebih saat jam-jam ibadah. Kebisingan itu sangat mengganggu. Diharapkan operasi dengan sasaran toa pada kendaraan bermotor ini dapat terus dilaksanakan,” harap Nova Tiwa salah satu warga Amurang. | RIO YANTO

Leave a Reply