PUBLIKREPORT.com

Krisis Air Bersih Landa Kinilow dan Tomohon Selatan

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Memang benar sejumlah tempat di Kinilow warga sulit mendapatkan air. Hal ini karena sumber air, yakni mataair Patar di lereng Gunung Mahawu dan mataair Sasalak di lereng Gunung Lokon mengering”

Marthen S Gosal, Direktur PDAM Kota Tomohon

TOMOHON, publikreport.com – Warga Kelurahan Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih. Keluhan yang sama juga diutarakan beberapa warga yang berdomisili di sejumlah kelurahan yang ada di Kecamatan Tomohon Selatan.

Tokoh Masyarakat Kinilow, Jantje A Nangka atas nama masyarakat mengatakan, sulitnya mendapatkan akses air bersih sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Krisis air bersih ini terus melebar, dimana sejak tahun 2017, kompleks SD GMIM Kinilow dan sekitarnya juga mulai terimbas.

“Ini keluhan masyarakat Kinilow,” kata Jantje kepada publikreport.com, Rabu, 19 September 2018.

Masyarakat, menurut Jantje, merasa heran mengapa masyarakat Kinilow sulit mendapatkan air bersih. Padahal dapat dikatakan Kinilow dikelilingi sumber-sumber air.

“Sebelah timur dan barat Kinilow sumber air (mataair) sudah dimanfaatkan sebagian besar masyarakat Kota Tomohon. Pipanya lewat Perkebunan Kinilow. Tapi masyarakat Kinilow sudah setahun lebih sulit air. Harus ada yang dibenahi, antara lain, pipa-pipa bocor, jaringan yang tidak terlalu baik, pipa yang terlalu kecil, sehingga harus diganti dengan yang lebih besar,” ujar Jantje yang merupakan seorang pensiunan PNS (Pegawai Negeri Sipil) guru.

BACA JUGA: Kalimpesan, Mata Air atau Tempat Sampah?
BACA JUGA; Pengamat: Soal Mataair Kalimpesan, Itu Tanggung Jawab Pemkot
BACA JUGA: Kalimpesan Dipenuhi Sampah, Kepala DinLH: Masyarakat Sekitar Harus Lebih Perhatian

Sedangkan, salah satu warga yang tinggal di kompleks Polsek Tomohon Selatan juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih.

“Sudah bertahun-tahun kami disini belum mendapatkan suply air bersih dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Kota Tomohon,” keluhnya.

Sementara beberap warga Tumatangtang, Kecamatan Tomohon Selatan, juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih, apalagi jika di musim kemarau. Pasalnya, jika musim kemarau, sumur-sumur mengering. Sedangkan, dirinya dan beberapa warga belum mendapatkan sambungan/instalasi air dari PDAM Kota Tomohon.

BACA JUGA: Ini Direksi dan Banwas PD Pasar dan PDAM Tomohon

Marthen S Gosal, Direktur PDAM Kota Tomohon.

Direktur PDAM Kota Tomohon, Marthen Semuel Gosal saat dikonfirmasi menjelaskan semua keluhan warga itu.

“Memang benar sejumlah tempat di Kinilow warga sulit mendapatkan air. Hal ini karena sumber air, yakni mataair Patar di lereng Gunung Mahawu dan mataair Sasalak di lereng Gunung Lokon mengering,” jelas Marthen melalui sambungan telepon kepada publikreport.com, Rabu, 19 September 2018, sore.

Meski demikian, menurut Marthen, PDAM Kota Tomohon sudah mengantisipasi kebutuhan air bersih warga dengan melakukan supply air setiap hari dengan kendaraan tanki. Selain itu, PDAM juga memanfaatkan mataair Pinawelaan untuk dialirkan ke Kinilow.

Mengenai keluhan air bersih warga di kompleks Polsek Tomohon Selatan, Marthen juga membenarkannya. Menurutnya, karena jaringan air memang belum sampai ke kompleks itu.

BACA JUGA: Quo Vadis Penataan Ruang Kota Tomohon

“Dulunya air ke kompleks itu dialirkan dari bak yang berada di Kasuang. Namun, setelah Tomohon ‘pisah’ dengan Kabupaten Minahasa, yakni menjadi Kota Otonom, sambungan air itu diputus,” ungkapnya.

Sementara tentang keluhan beberapa warga di Tumatangtang, Marthen mengatakan, daerah itu pada tahun 2017 mendapatkan proyek hibah MBR paling besar. Sehingga dirinya sendiri merasan heran mengapa masih ada warga yang mengeluhkan kesulitan mendapatkan air bersih dari PDAM.

“Banyak sekali sambungan, meter, yang dipasang disana, lewat proyek hibah MBR 2017. Ya, itulah jika musim hujan mereka tidak mengeluh, karena sumur-sumur terisi air. Namun, mereka nanti mengeluh pada saat musim kemarau, dimana sumur-sumur mengering,” tuturnya.

BACA JUGA: Terkait Pembangunan di Lingkar Timur Tomohon, Semuel Rompis PhD: Pembangunan Infrastruktur Harus Berdasarkan Master Plan

Agar masyarakat menikmati air bersih, Marthen mengatakan, pihaknya telah mengusulkan ke Satker (Satuan Kerja) Dinas Pekerjaan Umum (DinPU) Provinsi Sulut dan juga melalui Perubahan APBD TA 2018, supaya ada revitalisasi jaringan air di Kota Tomohon. Sebab, banyak pipa-pipa yang sudah tua dan kini berada di bawah jalan raya.

“Pipa yang sudah tua perlu diganti. Dan banyak pipa air di Kota Tomohon kini berada di bawah jalan raya. Ini karena imbas dari perkembangan kota, yakni adanya pelebaran jalan. Nah, saya sudah mengusulkan revitalisasi jaringan. Sekarang sementara dibuatkan DED (Detail Enginering Design). Mudah-mudahan disetujui, tahun depan (2019) proyek tersebut berjalan di Kota Tomohon,” bebernya. DORANG

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pria Asal Tomohon Aniaya Personil Linmas Tumpaan

Read Next

CPNS 2018 Pemprov Sulut, 417 Orang

Leave a Reply