Tim URC Totosik Polres Tomohon dipimpin Aipda Yanny Watung setelah menangkap lelaki berinisial TM (42) di pusat kota Tomohon, Rabu 30 Juni 2021.
Tim URC Totosik Polres Tomohon dipimpin Aipda Yanny Watung setelah menangkap lelaki berinisial TM (42) di pusat kota Tomohon, Rabu 30 Juni 2021.

Warga Madidir Ini Ditangkap Tim Totosik

HUKUM & KRIMINALITAS

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Totosik Kepolisian Resort (Polres) Tomohon, Rabu 30 Juni 2021, menangkap TM (42), tercatat warga Kelurahan Madidir, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). TM ditangkap karena diduga telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap seorang perempuan, HFR (51), warga Desa Paslaten, Kecamatan Langowan Barat, Kabupaten Minahasa.

Penangkapan dilakukan berkat kerja sama antara Tim URC Totosik Polres Tomohon dan korban. Rencana dibuat. TM dipancing agar mau bertemu HFR.

“Korban lalu menghubungi TM, sembari mengatakan akan memberikan uang untuk perawatan kendaraan yang ada dalam penguasaan TM. Uang itu akan diberikan korban saat bertemu di pusat kota Tomohon,” jelas Kepala Tim URC Totosik Polres Tomohon, Ajun Inspektur Dua (Aipda) Yanny Watung.

TM, Yanny melanjutkan, setuju akan bertemu dengan HFR di pusat kota Tomohon.

“TM datang ke pusat kota Tomohon dan saat itu juga tim yang sudah menunggu selama tiga jam langsung mengamankannya, bersama satu unit kendaraan bermotor roda empat jenis Toyota Avanza DB 1411 FE,” ungkap Yanny.

Terkait penangkapan tersebut, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Tomohon, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bambang Ashari Gatot mengatakan, laporan atas kasus tersebut dilaporkan korban ke Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sulut pada 24 Juni 2021, lalu.

“Setelah TM ditangkap Tim URC Totosik, kami langsung berkoordinasi dengan Tim Maleo Polda Sulut untu menjemputnya bersama barang bukti,” kata Bambang.

Kasus ini, Bambang mengungkapkan, berawal pada Januari 2021, di mana TM dan HFR berkenalan melalui media sosial (medsos) facebook, lalu disinyalir menjalin hubungan asmara.

Hubungan berlanjut dan sebulan kemudian, Februari 2021, TM dan HFR sepakat melakukan usaha bersama dalam bentuk menjual stiker modifikasi kendaraan roda dua. HFR lalu mengirimkan sejumlah uang kepada TM untuk modal awal dengan membeli mesin cutting stiker.

Akhir Februari 2021, Bambang menceritakan, TM menyampaikan kepada HFR, bahwa usaha yang mereka jalankan agar lebih lancar dibutuhkan kendaraan operasional. HFR lalu memberikan uang sejumlah Rp35 juta untuk dijadikan uang muka pembelian kendaraan bermotor roda empat walau hanya bekas.

Berbekal uang Rp35 juta itu, TM membeli kendaraan bermotor roda empat bekas jenis Toyota Avanza warna silver DB 1411 FE dengan cara dikredit. Setiap bulan TM membayar uang setoran kredit.

Maret 2021, TM diduga mulai menghindari HFR. Bahkan saat TM menghubunginya, selalu diberikan berbagai alasan agar tidak bertemu. Atas sikap TM yang selalu menghindarinya, HFR lalu melapor ke Mapolda Sulut. | ALFIAN TEDDY

Leave a Reply