Bangunan Pos Pengamanan Terpadu di Pasar Baru Langowan, Desa Wale Ure, Kecamatan Langowan Timur, yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat, tidak difungsikan sehingga nampak terlantar. Hal sangat disayangkan sejumlah warga Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)
Bangunan Pos Pengamanan Terpadu di Pasar Baru Langowan, Desa Wale Ure, Kecamatan Langowan Timur, yang dibangun dari hasil swadaya masyarakat, tidak difungsikan sehingga nampak terlantar. Hal sangat disayangkan sejumlah warga Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). (foto: publikreport.com)

Warga Nilai Pemkab Minahasa Tak Hargai Hasil Swadaya Masyarakat

TONDANO, publikreport.com – Sejumlah warga Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menuding Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa tidak mengharga pembangunan hasil swadaya masyarakat. Tudingan ini dikemukakan menyusul terlantarnya bangunan Pos Pengamanan Terpadu di Pasar Baru Langowan, yang berada di Desa Wale Ure, Kecamatan Langowan Timur.

Bukan main ini Pemerintah Kabupaten Minahasa. Sudah ada warga yang bangun ini Pos Pengamanan, tapi mereka dibiarkan begitu saja,” kata Denny Kaligis kepada wartawan, Rabu 08 Agustus 2019.

Bangunan Pos Pengamanan Terpadu ini, menurut Denny, dibangun dengan dana hingga puluhan juta rupiah, sumbangan dari Pemilik Toko Salwa Tekstil.

Bangunan ini tak pernah digunakan, padahal sudah setahun lebih lebih diresmikan oleh Kapolres (Kepala Kepolisian Resort) Minahasa,” jelasnya.

Di sekitar Pasar Baru ini sering kecurian pada malam hari. Coba pemerintah manfaatkan dengan baik pos ini,” sambungnya.

BACA JUGA: Dugaan Pungli di Pasar Baru Langowan

Leave a Reply