PUBLIKREPORT.com

Waruga-waruga Misterius di Remboken

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

“Waruga banyak tersebar di Desa Talikuran dan Timu, tapi badan waruga banyak yang sudah tertimbun. Dan siapa yang dikuburkan dalam waruga itu tidak ada yang mengetahuinya”

Rio Valentino Palilingan, Pemerhati Sejarah dan Budaya Minahasa

TONDANO, publikreport.com – Desa Talikuran, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) disinyalir merupakan cikal bakal berdirinya Remboken. Desa Talikuran ini diduga merupakan kampung tua Remboken, dibuktikan dengan banyaknya waruga (kuburan tua leluhur Minahasa) di sana.

Rio Valentino Palilingan, Pemerhati Sejarah dan Budaya Minahasa.
Rio Valentino Palilingan, Pemerhati Sejarah dan Budaya Minahasa.

Sayangnya, dari sekian banyak waruga yang ada di Desa Talikuran dan Timu, sebagian besarnya, menurut Pemerhati Sejarah dan Budaya Minahasa, Rio Valentino Palilingan teronggok memprihatinkan di atas tanah. Yang nampak tinggal penutup waruga saja. Contohnya, waruga yang ada di lantai luar Sekolah Dasar (SD) GMIM I Remboken.

“Waruga banyak tersebar di Desa Talikuran dan Timu, tapi badan waruga banyak yang sudah tertimbun. Dan siapa yang dikuburkan dalam waruga itu tidak ada yang mengetahuinya,” kata Rio kepada publikreport.com, Sabtu, 25 Agustus 2018, siang.

BACA JUGA: Goa Rinembok dan Remboken

Dari penelusurannya, Rio menceritakan, dirinya menduga sosok yang disemayamkan dalam waruga-waruga itu merupakan tokoh yang disegani pada masa lalu. Sinyalemen ini dilihatnya dari tempat waruga-waruga itu berada.

“Waruga-waruga ini berada di depan Kantor Camat Remboken yang tidak jauh dengan Loji,” jelas Rio yang merupakan warga Desa Talikuran, Remboken.

BACA JUGA: Kecintaan Terhadap Sejarah dan Budaya Minahasa Harus Diseriusi

Waruga yang ada di lantai luar SD GMIM I Remboken, atau berada di depan Kantor Camat Remboken. Waruga ini tinggal nampak penutupnya, sedangkan badan waruga sudah tertimbun. (Foto: Koleksi Rio Valentino Palilingan)
Waruga yang ada di lantai luar SD GMIM I Remboken, atau berada di depan Kantor Camat Remboken. Waruga ini tinggal nampak penutupnya, sedangkan badan waruga sudah tertimbun. (Foto: Koleksi Rio Valentino Palilingan)

Badan-badan waruga ini telah tertimbun, menurut Rio, karena merupakan kebijakan Belanda pada masa itu, untuk mengantisipasi penyakit kolera yang mewabah.

Kondisi waruga yang sangat memprihatinkan ini, membuat Rio pada Februari 2017 menyurat ke Dinas Kebudayaan Kabupaten Minahasa. Namun, surat ini direspons pada sekitar Juli 2018. Surat ini meminta agar pemerintah bersama masyarakat dapat menelusuri secara ilmiah waruga-waruga itu, misalnya siapa tokoh yang dimakamkan itu.

Menyentil tentang apakah di waruga-waruga ini masih ada warga yang melakukan ritual-ritual, Rio menyatakan sudah tidak ada. Mungkin, karena sudah tidak diketahui lagi, siapa sosok tokoh yang dikuburkan dalam waruga itu.

“Dari pengamatan saya tidak ada lagi yang melakukan upacara-upacara di waruga-waruga ini. Saya sendiri selaku Pemerhati Sejarah dan Budaya Minahasa, lebih menitikberatkan pada sisi ilmiahnya, bukan pada mitos atau legenda,” ujarnya. DORANG

BACA JUGA: ‘Pabrik-pabrik’ Waruga di Tomohon Tempo Dulu

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Trik Membuat Taman Sempit Terasa Menyenangkan

Read Next

12 Tips Membeli Motor Bekas

Leave a Reply