You are currently viewing WHO Nyatakan Pasar di Wuhan Berperan dalam Penyebaran Virus Corona
Pasar Huanan, Wuhan, tempat pertama kali ditemukannya Virus Corona jenis baru yang menyebabkan 617 orang terkena pneumonia berat dan 17 di antaranya tewas. Pasar seluas tujuh kali lapangan bola itu menjual hasil laut, unggas, ular, kelelawar, binatang ternak, dan binatang liar. (foto: antara/ho-yehuoqingnian/mii)

WHO Nyatakan Pasar di Wuhan Berperan dalam Penyebaran Virus Corona

JENEWA, publikreport.com – Sebuah pasar grosir di pusat kota Wuhan di China memainkan peran dalam penyebaran Virus Corona baru tahun lalu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Otoritas China menutup pasar tersebut pada Januari, dalam upaya menghentikan penyebaran virus dan memerintahkan larangan sementara perdagangan dan konsumsi satwa liar.

“Pasar memainkan peran dalam peristiwa itu. Namun apa perannya kami tidak tahu, apakah sebagai sumber atau yang memperluas penyebaran atau hanya sebuah kebetulan bahwa sejumlah kasus terdeteksi di dalam dan sekitar pasar itu,” kata Dr Peter Ben Embarek, ahli WHO (World Health Organization) tentang keamanan pangan dan virus zoonosis yang melintasi penghalang spesies dari hewan ke manusia.

Tidak jelas apakah hewan hidup atau pedagang yang terinfeksi atau pembeli mungkin telah membawa virus ke pasar, katanya dalam konferensi pers di Jenewa, Jumat 08 Mei 2020.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengatakan ada ‘sejumlah besar bukti’ bahwa virus itu berasal dari laboratorium di Wuhan, meskipun dia juga mengatakan tidak ada kepastian.

Tidak ada bukti publik yang mengaitkan wabah itu dengan laboratorium di Wuhan dan para ilmuwan mengatakan Virus Corona tampaknya telah berkembang di alam. Sebuah laporan intelijen Jerman meragukan dugaan Pompeo, menurut Der Spiegel.

Ben Embarek tidak menanggapi tuduhan itu.

Dia mencatat bahwa perlu waktu setahun bagi para peneliti untuk mengidentifikasi unta sebagai sumber virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome), sebuah Virus Corona yang muncul di Arab Saudi pada 2012 dan menyebar di Timur Tengah.

“Yang penting, apa yang akan sangat membantu, adalah untuk menahan virus sebelum beradaptasi ke manusia, sebelum versi yang kita miliki sekarang. Karena dengan begitu kita akan lebih memahami bagaimana virus beradaptasi dengan manusia, bagaimana itu berkembang,” kata Ben Embarek.

BACA JUGA: Ular yang Dijual di Pasar Beriman Tomohon dari Sulawesi Tengah

BACA JUGA: Pembantaian Anjing Jadi Sorotan, RPH Tak Bisa Difungsikan

Leave a Reply