PUBLIKREPORT.com

Wisatawan: Besi-besi Ini untuk Apa Ya?

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Pergola yang terkesan tak terurus di sepanjang trotoar Kota Tomohon.

***

Pasti dana membuat ini sangat besar. Sayang, bukan bunga yang diatas, tapi hanya rumput kering yang terlihat”

Rusmiati, wisatawan nusantara asal NTT.

TOMOHON, publikreport.com – Sejumlah wisatawan nusantara (wisnu) menatap dengan wajah bingung pergola (besi-besi tempat bunga di atas trotoar) yang berjejer di sepanjang jalan raya utama Kota Tomohon.

Besi-besi ini untuk apa ya? Apa kegunaannya?” kata Ani Moo, wisatawan asal Nusa Tenggara Timur (NTT) saat bersua dengan publikreport.com di depan Kampus Universitas Kristen Indonesia Tomohon Yayasan Perguruan Tinggi Kristen (UKIT YPTK), Sabtu 06 Juli 2019.

Besi-besi itu, menurutnya, sebaiknya dihiasi, ditanami dengan bunga. Sebab jika dibiarkan justru nampak jelek. Kendati memang terlihat ada yang ditanam, namun sebagian besar sudah nampak meranggas.

Bagusnya ini dihiasi bunga saja. Kan sebentar lagi ada kegiatan festival bunga disini. Kalau dibiarkan begini justru bikin jelek saja,” sarannya.

Parahnya, salah satu rekan Ani, Rusmiati malah menyangka besi-besi itu digunakan sebagai gantungan sangkar burung.

Saya pikir ini gantungan sangkar burung,” kata Rusmiati sambil tertawa.

BACA JUGA: Kondisi Pergola dan Tumbuhan di Atasnya

Melihat keberadaan pergola yang berjejer di atas trotoar di Kota Tomohon ini, Rusmiati memperkirakan anggarannya pembangunannya besar.

Pasti dana membuat ini sangat besar. Sayang, bukan bunga yang diatas, tapi hanya rumput kering yang terlihat,” duga Rusmiati yang mengaku masih berdarah Tomohon.

Rekan mereka lainnya, Arden Gah menyatakan kaget melihat Kota Tomohon yang sesungguhnya dengan label Kota Bunga.

Saya banyak membaca dan mendengar kalau Tomohon Kota Bunga yang indah. Kabarnya mayoritas petani bunga. Tapi dua hari di sini, saya lihat tidak seperti itu. Hanya di utara sana tempat jual bunga yang cukup ramai. Sedangkan di tempat-tempat lainnya tidak dijumpai bunga, selayaknya julukan Tomohon Kota Bunga,” katanya.

BACA JUGA: Tatakan Bunga yang ‘Merana’

Pergola (besi-besi tempat bunga di atas trotoar) yang berjejer di sepanjang jalan raya utama Kota Tomohon, terutama yang berada dibilangan Kampus UKIT YPTK dipertanyakan sejumlah wisatawan nusantara (wisnu) yang datang berlibur di Kota Bunga Tomohon. (foto: publikreport.com)
Pergola (besi-besi tempat bunga di atas trotoar) yang berjejer di sepanjang jalan raya utama Kota Tomohon, terutama yang berada dibilangan Kampus UKIT YPTK dipertanyakan sejumlah wisatawan nusantara (wisnu) yang datang berlibur di Kota Bunga Tomohon. (foto: publikreport.com)

Sebagai kota yang menitikberatkan pada sektor pariwisata, tambah wisatawan lainnya, seharusnya Pemerintah Kota Tomohon lebih serius membangun infrastruktur pendukunga pariwisatanya. Sebab, sebenarnya pariwisata Tomohon telah didukung dengan alam yang indah dan masyarakat yang ramah serta suka menyapa dengan senyum.

BACA JUGA: TIFF Mendekat, Rumah Bunga dan Sejumlah Fasilitas Terlantar

Jonny Moningka, salah satu warga Kelurahan Talete II, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon mengaku kecewa karena Pemerintah Kota Tomohon tidak serius membangun sektor pariwisata di kota ini.

Bukan cuma besi-besi ini yang tidak masuk akal dibuat untuk mendukung TIFF (Tomohon International Flower Festival). Banyak proyek atau kegiatan atas nama mensukseskan TIFF yang terkesan asal-asalan. Para pendatang ini pasti pulang dan menyampaikan cerita tidak bagus ini ke daerahnya,” ucapnya. JOPPY JW

BACA JUGA: Promosi TIFF di Bali, Efektifkah?
BACA JUGA: Jimmy Sempat Mengundang Jokowi Hadiri TIFF

 

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Mengapa Amerika Dijuluki Paman Sam

Read Next

PDIP Diprediksi Sulit Saingi Golkar di Pilkada 2020

Leave a Reply