Yanni Poluan dan ibu kandungnya, Juliana Langitan. Yanni Poluan, menderita penyakit kaki gajah yang membutuhkan bantuan. Kaki kanan hingga testisnya membengkak, sehingga sehari-hari bagian tubuh yang bengkak ini ditutupinya dengan bendera salah satu partai politik yang didapatnya 10 tahun silam. (Foto: Victorie Wuwung/publikreport.com)
Yanni Poluan dan ibu kandungnya, Juliana Langitan. Yanni Poluan, menderita penyakit kaki gajah yang membutuhkan bantuan. Kaki kanan hingga testisnya membengkak, sehingga sehari-hari bagian tubuh yang bengkak ini ditutupinya dengan bendera salah satu partai politik yang didapatnya 10 tahun silam. (Foto: Victorie Wuwung/publikreport.com)

Yanni Poluan, 12 Tahun Idap Penyakit Kaki Gajah

TOMOHON, PUBLIKREPORTcom – Memilukan. Inilah kesan pertama ketika publikreport.com bersua Yanni Risal Yoseph Poluan (51), seorang penderita penyakit kaki gajah (filariasis limfatik), di rumahnya yang berada di Lingkungan XI Kelurahan Paslaten II Kecamatan Tomohon Timur Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Yanni kini hanya berdiam di rumah karena telah terjadi pembengkakan luar biasa pada kaki kanan hingga testis. Penyakit ini diderita Yanni yang hanya seorang petani penggarap sekitar 12 tahun.

“Dua tahun terakhir ini saya sudah sangat jarang keluar rumah. Karena pembengkakan yang terjadi di kaki kanan dan testis. Sulit untuk bergerak,” ucap lelaki kelahiran Tomohon, 01 Juni 1966 ini kepada publikreport.com.

Berbagai usaha pengobatan untuk menyembuhkan penyakit kaki gajah, menurut Juliana Langitan, ibu kandung Yanni Poluan, telah ditempuh. Sayangnya tidak ada perubahan berarti.

“Sampai saat ini, kami sudah berkonsultasi dengan delapan dokter ahli di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Kandou Malalayang Manado. Salah seorang dokter mengusulkan untuk menyedot cairan. Tetapi tindaklanjutnya tidak ada sampai saat ini,” jelas Juliana, sambil memohon maaf atas aroma tidak sedap yang timbul akibat luka di kaki anaknya.

“Akhir tahun lalu luka di kakinya sempat mengeluarkan cacing. Tapi sampai saat ini belum ada penanganan medis,” tambahnya.

Dokter lainnya, Juliana melanjutkan, menyarankan agar mencoba mencari obat tertentu. Tapi sayangnya tidak tersedia di apotik lokal.

“Kami telah mengecek ke berbagai apotik di Manado. Dan di salah satu apotik kami tersedia obat yang dianjurkan. Tapi setelah dicek obat itu telah kadaluarsa, sehingga tidak bisa dikonsumsi,” ungkapnya.

Yanni Poluan, Penderita Kaki Gajah Butuh Uluran Tangan

Leave a Reply