PUBLIKREPORT.com

Yuk, Jalan-jalan di Kota Tomohon

Keterangan foto: Hortikultura di Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon TImur. (Foto: dorang/publikreport.com)

INGIN ARTIKEL DIBACAKAN: https://publikreport.com

Sobat, tahu tidak letak Tomohon? Tomohon kini sudah berstatus Kota Otonom, letaknya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pemandangan alam yang indah didukung dengan keramahtamahan masyarakatnya. Tak percaya silahkan datang saksikan sendiri. Hehehe…

Kota Tomohon berada pada ketinggian 900-1100 meteri dari permukaan laut (dpl) terletak pada 1°15′ Lintang Utara dan 124°50′ Bujur Timur.

Kota yang diapit sejumlah gunung berapi dan bukit ini berjarak sekitar 26 kilometer (km) dari Kota Manado (ibukota Provinsi Sulut). Gunung berapi yang mengapit Kota Tomohon, yakni Gunung Lokon (1.580 meter) dan Gunung Mahawu (1.311 meter) serta Gunung Masarang, Bukit Wawo.

BACA JUGA: Gunung Mahawu Milik Dua Daerah

Untuk datang ke kota yang bersuhu antara 30 derajat celcius (waktu siang) hingga 18-22 derajat celcius di waktu malam hari, Anda dapat menggunakan kendaraan angkutan umum (taksi, bus, taksi gelap, taksi online) atau menyewa kendaraan bermotor roda empat dan dua. Di Kota Manado dan Tomohon banyak rental-rental kendaraan bermotor. Tapi, waktu tempuh yang idealnya hanya sekitar 45 menit dari Kota Manado ke Tomohon, mungkin saja akan lebih, jika keadaan lalu lintas tidak sedang macet.

Perut keroncongan, tak usah takut, banyak rumah makan tersedia di sepanjang jalan menuju ke Kota Tomohon. Rumah makan-rumah makan ini menyediakan berbagai macam menu, mulai dari menu nasional, chinese food, minahasa food dan lain-lain. Tergantung selera lidah Anda.

BACA JUGA: Ragey
BACA JUGA: Pangi dan Saut
BACA JUGA: Tinoransak, Masakan Rumahan Khas Tanah Minahasa
BACA JUGA: RW (baca: erwe)

Soal penginapan, tak perlu ragu, karena meski soal hotel dan guest house masih terbilang minim tapi sudah tersedia. Harganya bervariasi, namun masih terjangkau. Memang kebanyakan wisatawan yang datang ke Kota Tomohon yang dihuni sebagian besar masyarakat Tombulu, masih menginap di hotel-hotel yang ada di Kota Manado.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan dan menjemukan (jika macet dari Kota Manado atau Bandara Sam Ratulangi), tiba di Kota Tomohon, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang indah. Di mana saja Anda berdiri pasti menyaksikan alam yang indah dan sapaan masyarakat yang ramah. Wow, keren kan….

Ingin benar-benar menikmati keindahan Kota Tomohon, Anda dapat mengunjungi objek-objek wisata yang banyak tersebar di 44 kelurahan yang ada di 5 kecamatan. Wilayah Kota Tomohon terbilang kecil, untuk menikmati alamnya Anda dapat berjalan kaki atau menyewa bendi (alat transportasi tradisional) atau menggunakan kendaraan bermotor roda empat (mobil) dan dua (motor).

BACA JUGA: Tomohon Kota Destinasi Wisata Gunung Berapi

Bagi yang hobi berpetualang dapat menikmati objek wisata Gunung Lokon. Gunung api aktif yang dapat ditempuh dengan perjalanan dari Kakaskasen atau Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara. Berjalan di atas batuan vulkanik dengan panorama alam akan membawa sensasi tersendiri sebelum tiba di Kawah Tompaluan. Jika masih kuat, Anda dapat mendaki hingga puncak gunung untuk menikmati hamparan alam Sulut.

Wilayah Kecamatan Tomohon Utara juga mengoleksi sejumlah destinasi wisata, seperti perajin anyaman bambu dengan kios-kios mereka di Kelurahan Kinilow, tepatnya di ruas jalan utama Tomohon-Manado, waruga di Kakaskasen, air terjun Tapahan Telu di Kelurahan Tinoor, Bukit Inspirasi di Kelurahan Kakaskasen dan ‘kampung bunga’ Kakaskasen.

BACA JUGA: Kios-kios Kerajinan Anyaman Bambu di Kinilow Tomohon Utara
BACA JUGA: Anyaman Bambu, Keahlian Turun-Temurun
BACA JUGA: Perajin Anyaman Bambu Kinilow yang ‘Terlupakan’
BACA JUGA: Florist di Kakaskasen

Selain Gunung Lokon, Anda juga dapat menjelajah alam Gunung Mahawu di Kecamatan Tomohon Timur. Bentang lahan-lahan pertanian (hortikultura) yang indah akan menjadi awal perjalanan menuju Gunung Mahawu. Sebelum melakukan pendakian ke kawah gunung dapat beristirahat di shelter yang ada lengkap dengan pos penjagaan

Dari Gunung Mahawu, menikmati indahnya alam masih dapat berlanjut ke Bukit Temboan, Puncak Rurukan dan air terjun di Kelurahan Rurukan, atau lanjut ke Kelurahan Kumelembuai dan ke Bukit Tetetana (yang satu ini sebenarnya masuk wilayah Kabupaten Minahasa).

BACA JUGA: Meminang Wanita Kumelembuai
BACA JUGA: Hortikultura Kumelembuai
BACA JUGA: Lahan Pertanian dan Pemandangan dari Rurukan yang Indah
BACA JUGA: Kaya Hortikultura, Sebagian Petani Rurukan Kini Hanya Penggarap
BACA JUGA: Petani Rurukan Berharap Pertanian Lebih Baik Lagi

Sebelum balik ke pusat kota Tomohon, Anda dapat singgah ke Pasar Beriman Tomohon yang berdampingan dengan Terminal Beriman Tomohon. Pasar Beriman Tomohon terkenal dengan ekstrim kuliner, yakni perdagangan hewan ular, anjing, kucing, babi, babi hutan, tikus dan lain-lain.

Di pusat kota Tomohon, Anda dapat menyaksikan menikmati wisata reliji, yakni Gereja Sion di Kelurahan Paslaten 1, Kecamatan Tomohon Timur dan Gereja Hati Kudus Yesus di Kelurahan Kolongan, Kecamatan Tomohon Tengah. Dua gereja ini terbilang tua dan memiliki arsitektur khas, juga memiliki nilai sejarah bagi tou (orang) Minahasa dan Indonesia pada umumnya. Menara Alfa Omega yang baru dibangun berdekatan dengan Gereja Sion maupun Pusat Kawasan Kuliner di Kelurahan Paslaten 1 (yang kurang tertata) berdampingan dengan pertokoan dan kawasan parkir.

BACA JUGA: Kisah Patung Opo Worang di Kakaskasen
BACA JUGA: Sekelumit Kisah Patung Tololiu di Matani
BACA JUGA: Gereja Sion Jadi Situs Cagar Budaya Nasional
BACA JUGA: STOVIL (School tot Opleiding voor Inlandsche Leraar)

Ke arah barat, yakni antara Kelurahan Kamasi, Kecamatan Tomohon Tengah dan Kelurahan Woloan, Kecamatan Tomohon Barat, terdapat jejeran rumah panggung khas Minahasa yang dibuat para perajin (tukang kayu) Woloan dan sekitarnya. Dari kawasan insdusri rumah panggung yang terletak di pinggir ruas jalan Tomohon-Tanawangko ini, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Woloan yang banyak tersedia objek wisata lengkap dengan cafe-cafe full music dengan sajian, teh, kopi atau hidangan makanan, sambil menikmati indahnya pemandangan alam. Juga dapat menyaksikan waruga-waruga di Katingolan (kampung tua Woloan).

Danau Linouw dan Hutan Pinus, pemandian air panas di Kelurahan Lahendong, Air Terjun Tumimperas, Danau Pangolombian, wisata panas bumi (pabum) dapat Anda jumpai saat menjelajah wilayah Kecamatan Tomohon Selatan.

BACA JUGA: Sarongsong, Negeri Legenda yang Hilang
BACA JUGA: Katingolan, Kota Tua Tombariri dan Woloan
BACA JUGA: Nawanua, Negeri Tua Kakaskasen
BACA JUGA: ‘Pabrik-pabrik’ Waruga di Tomohon Tempo Dulu

Wisata sejarah budaya juga dapat Anda nikmati di Tulau (kampung tua Sarongsong) atau Nimawanua (kampung tua Tomohon) yang ada di Kelurahan Kolongan 2, Kecamatan Tomohon Tengah dan Nawanua (kampung tua Kakaskasen) di Kelurahan Kakaskasen, Kecamatan Tomohon Utara. Di sini dapat ditemui waruga-waruga (makam), berbagai cerita leluhur Minahasa dapat didengar dari para penutur atau guide yang bersama Anda.

Keindahan dan kekayaan wisata Kota Tomohon juga dapat Anda gali dari sisi seni dan budaya. Seni seperti maengket, ma’zani, kawasaran, musik bambu dan masih banyak lagi masih dilestarikan oleh sejumlah masyarakat. Walau tak sedikit seni budaya asli Tomohon (Minahasa) yang kini tak nampak lagi (punah). Ini harus jadi perhatian pemerintah dan pegiat seni budaya.

BACA JUGA: Kawasaran
BACA JUGA: Wihara Buddhayana Kakaskasen Berdiri Tahun 1985

Menuju Kota Pariwisata Dunia

Pemerintah Kota Tomohon telah mencetuskan visi Kota Tomohon, Kota Pariwisata Dunia. Menggolkan visi ini pemerintah kemudian mengemas iven pariwisata dengan nama Tomohon International Flowers Festival (TIFF), sebelumnya bernama Tournament of Flowers (ToF). Bunga seakan menjadi andalan kota ini. Macam-macam jenis bunga memang dapat dilihat di Kakaskasen. Malah di sepanjang jalan Tomohon-Manado mudah ditemui kios-kios para florist. Bunga andalan Kota Tomohon adalah Krisan, yakni Krisan Riri (kuning) dan Kulo (putih).

BACA JUGA: Mimpi Menyapa Dunia

Sayangnya iven tersebut (TIFF) yang kini diselenggarakan setiap tahun karena telah masuk agenda pariwisata nasional, seakan hanya ajang seremonial belaka. Setelah iven bekas-bekasnya tak terlihat. Buktinya Tomohon yang juga mengusung tagline Kota Bunga (selain Kota Relijius dan Kota Pendidikan), keberadaan bunga masih sangat minim di kampung-kampung (kelurahan) yang ada, gampangnya dilihat saja di ruas jalan utama Tomohon-Manado, yakni mulai dari gerbang di ujung utara, yakni Kelurahan Tinoor hingga ke gerbangh di ujung selatan, yakni Kelurahan Lahendong. Begitu juga dari gerbang ujung timur, yakni Kelurahan Rurukan 1 atau Kelurahan Kumelembuai hingga gerbang ujung barat, yakni Kelurahan Taratara.

BACA JUGA: TIFF 2018 Usai dan Tak Berbekas
BACA JUGA: TIFF 2018, Petani Menjerit
BACA JUGA: TIFF Tak Berpengaruh pada Florist
BACA JUGA: TIFF Antara Seremonial dan Substansial

Potensi pariwisata Kota Tomohon ini juga terkesan belum didukung dengan pusat informasi pariwisata (yang terpadu dan terletak di tempat strategis, artinya mudah dijangkau), penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) pariwisata (putera-puteri asli Tomohon), minimal mampu berbahasa Inggris dan Mandarin dan memiliki skill profesional melayani para wisatawan nusantara dan mancanegara dengan baik. Tou (orang) Tomohon dalam visi Kota Tomohon, Kota Pariwisata Dunia, jangan menjadi tamu di negeri sendiri. Sekali lagi SDM pariwisata orang Tomohon harus disiapkan, selaras dengan pembangunan yang harus berwawasan lingkungan. DORANG

BACA JUGA: A Visit From Denmark
BACA JUGA: Kunjungan dari Denmark
BACA JUGA: Wisatawan Ceko: Tomohon Dingin
BACA JUGA: Dinpar: Tourism Information Center Pernah Ada, tapi Tidak Difungsikan

0 Reviews

Write a Review

Read Previous

Pelaku Penikaman di Kleak Dibekuk Polisi

Read Next

OTT KPK, Presiden: Hormati Proses Hukum

Leave a Reply