Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Perkebunan Malengke, Kelurahan Nataan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu, 28 November 2018. Mayat yang telah membusuk dengan posisi terlentang, teridentifikasi bernama Yus Pangkerego (49), warga Lingkungan IV, Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan.
Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Perkebunan Malengke, Kelurahan Nataan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu, 28 November 2018. Mayat yang telah membusuk dengan posisi terlentang, teridentifikasi bernama Yus Pangkerego (49), warga Lingkungan IV, Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan.

Yus Ditemukan Tak Bernyawa di Perkebunan

RATAHAN, publikreport.com – Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di Perkebunan Malengke, Kelurahan Nataan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu, 28 November 2018.

Mayat yang telah membusuk dengan posisi terlentang, teridentifikasi bernama Yus Pangkerego (49), warga Lingkungan IV, Kelurahan Lowu II, Kecamatan Ratahan. Mayat Yus, ditemukan pertama kali oleh Agustina Pangkerego (57), yang tak lain adalah kakak korban, dan Melda Poneke (35,) keponakan korban.

Agustina dan Melda kepada polisi mengatakan, saat ditemukan mayat sudah dalam kondisi terlihat tulang belulang terbungkus pakaian. Korban dapat dikenali dari pakaian yang dikenakannya.

“Tiba di kebun, saya kaget ada mayat. Dan ternyata Yus. Saya kenal dari pakaian yang dipakainya,” kata Agustina.

Mendapati hal yang mengagetkan sekaligus menyayat hati ini, Agustina dan Melda kemudian bergegas memberitahukan ke warga lainnya.

“Saya laporkan ke ketua rukun dan bersama warga mendatangi lokasi perkebunan,” ujarnya.

Terima informasi dari warga, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ratahan, Komisaris Polisi (Kompol) Sammy Pandelaki mengatakan, pihaknya langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan proses identifikasi dan berkoordinasi dengan petugas medis.

“Korban diprediksi telah meninggal enam hingga sepuluh hari. Korban langsung dievakuasi ke rumahnya. Kita juga sudah mengumpulkan bahan keterangan di lapangan dan informasi dari saksi saksi,” jelasnya.

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Sammy menjelaskan, korban selama ini menderita gangguan jiwa setelah ditinggal istri. Korban sering mengeluh sakit perut dan keluar dari rumah sejak 19 November 2018.

“Keluarga menolak proses otopsi dan akan langsung dimakamkan,” tambahnya. | RIO YANTO

Leave a Reply